Imbas Pascabencana di Gayo, Serapan Gabah Bulog Takengon Didominasi Pasokan dari Bireuen
Mawaddatul Husna July 17, 2026 07:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON – Perum Bulog Kantor Cabang Takengon mencatat realisasi penyerapan gabah tahun ini telah mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan, yakni berkisar diangka 2.200 ton gabah. 

Namun, akibat dampak bencana alam pada November 2025 yang melanda sektor pertanian di wilayah Gayo (Aceh Tengah dan Bener Meriah).

Maka pasokan gabah tersebut mayoritas harus didatangkan dari luar daerah, yakni Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Hal itu diungkapkan Kepala Perum Bulog Cabang Takengon, Eru Purnomo, saat memberikan pembaruan terkait kondisi ketersediaan pangan di wilayah kerja Aceh Tengah dan Bener Meriah, Jumat (17/7/2026).

Seperti diketahui, sejumlah 27 ribu lebih lahan persawahan milik warga di kabupaten Aceh Tengah dan 60 ribu di kabupaten Bener Meriah turut memengaruhi hasil gabah padi lokal.

Heru menjelaskan, meskipun secara persentase angka serapan mendekati target operasional, komposisi asal gabah mengalami pergeseran yang cukup signifikan dibandingkan musim-musim panen normal sebelumnya.

"Memang serapan tahun ini didominasi dari wilayah di luar wilayah kerja kita, yaitu Bireuen.

Karena di kabupaten kita sendiri, dua kabupaten ini (Aceh Tengah dan Bener Meriah), sedikit karena terkait pascabencana kemarin ya, terdampak gitu," ujar Eru.

Hasil Panen Petani di Gayo Turun

Penurunan hasil panen di tingkat petani lokal di dataran tinggi Gayo memaksa Bulog untuk bergerak cepat.

Yaitu dengan mengambil pasokan dari kawasan pesisir guna memastikan ketahanan stok operasional di gudang tetap terjaga.

Meski pasokan hulu dari petani lokal Aceh Tengah dan Bener Meriah minim, Bulog memastikan rantai pasok hilir ke masyarakat tidak akan terganggu. 

Saat ini, kuantum stok beras di Gudang Bulog Takengon berada di kisaran 1.400 ton lebih kurang dan siap disalurkan melalui berbagai program intervensi pasar mulai pekan depan.

"Insya Allah untuk kebutuhan dua kabupaten sangat tercukupi dan akan terus ditambah untuk persiapan bantuan pangan ke depan," tambah Heru.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan akibat pergeseran pasokan ini, Bulog juga gencar memperluas kemitraan distribusi resmi di pasar-pasar lokal. 

Pihaknya membuka kesempatan bagi para pelaku usaha, Kadin, hingga Koperasi Merah Putih di Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk bergabung menjadi mitra penyalur resmi beras SPHP dan Minyakita.

Hal ini dilakukan guna memastikan keterjangkauan harga langsung di tingkat konsumen. (*)

Baca juga: Wujudkan RSUD Datu Beru Senyaman Hotel Pemkab Aceh Tengah Siapkan Master Plan

Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Tuntaskan Masalah Air Bersih hingga Stok Obat di RSUD Datu Beru

Baca juga: Cuaca Aceh Tengah 17 Juli 2026, Didominasi Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Potensi Perubahan Mendadak

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.