RSUD Aceh Singkil Terima Hibah Alat Kesehatan Senilai Rp18 Miliar
Faisal Zamzami July 17, 2026 08:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi | Aceh Singkil 


SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil menerima hibah alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2026. Bantuan tersebut berupa peralatan Catheterization Laboratory (Cathlab) dengan nilai sekitar Rp18 miliar.

Cathlab merupakan fasilitas medis berteknologi tinggi yang dilengkapi mesin angiografi (sinar-X) untuk menunjang diagnosis dan tindakan minimal invasif pada penyakit jantung serta pembuluh darah.

Saat ini, proses yang masih berlangsung adalah pemasangan alat oleh Kementerian Kesehatan. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mengatakan kehadiran Cathlab akan menjadikan RSUD Aceh Singkil sebagai salah satu rumah sakit di Provinsi Aceh yang memiliki fasilitas medis berteknologi tinggi dengan mesin angiografi.

"Dengan hadirnya Cathlab, RSUD Aceh Singkil akan menjadi salah satu rumah sakit di Provinsi Aceh yang memiliki fasilitas medis berteknologi tinggi yang dilengkapi mesin angiografi," ujar Safriadi saat meninjau bantuan hibah tersebut.

Baca juga: Belum Terapkan Pergub, RSUD Aceh Singkil Tetap Layani Pasien JKA

Dalam peninjauan itu, Safriadi didampingi Asisten I Setdakab Aceh Singkil Junaidi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Singkil Hendra Sunarno, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Mursal, serta Direktur RSUD Aceh Singkil dr. Mardiana.

Selain meninjau ruang Cathlab, Safriadi mengungkapkan pemerintah daerah juga tengah memperjuangkan bantuan CT Scan melalui Program KJSU-KIA KB Kementerian Kesehatan. Menurutnya, alat tersebut masih dalam proses pendistribusian ke RSUD Aceh Singkil.

CT Scan merupakan alat diagnostik yang mampu menghasilkan pencitraan tiga dimensi secara cepat dan akurat untuk membantu mendeteksi berbagai penyakit, seperti kanker, infeksi, cedera akibat kecelakaan, serta menjadi penunjang berbagai tindakan medis. Nilai pengadaan alat CT Scan diperkirakan berkisar antara Rp15 miliar hingga Rp30 miliar, tergantung spesifikasi dan tipe yang digunakan.

Usai meninjau ruang Cathlab, rombongan melanjutkan peninjauan ke ruang Endoskopi yang akan difungsikan untuk pemeriksaan organ dalam menggunakan endoskop. Layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026 karena tenaga dokter spesialis telah tersedia.

Selanjutnya, Bupati bersama rombongan juga meninjau ruang persiapan layanan Hemodialisa (cuci darah) yang tengah dipersiapkan guna memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Singkil.

Safriadi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui dukungan pemerintah pusat, baik dalam bentuk pembangunan fasilitas, pengadaan alat kesehatan, maupun penambahan tenaga medis.

"Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi prioritas kami. Alhamdulillah, bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan mulai direalisasikan," katanya.
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.