TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Riau, Doan Samuel Nababan menegaskan tawaran ring tinju bagi Indra Gunawan alias Eet dengan Iwan Parisman Ihwan alias Iwan Fatah merupakan tawaran serius.
Hingga Jumat sore (17/7/2027) tawaran dari Doan belum direspon keduanya.
Keduanya merupakan anggota DPRD Riau dan di bawah naungan stau fraksi yakni fraksi Golkar dimana Iwan sebagai wakil ketua. Sedangkan Eet sebagai ketua komisi V.
Keduanya terlibat keributan saat rapat dengan pendapat di DPRD Riau hingga pendukung keduanya baku hantam di gedung di DPRD Riau.
"Tawaran dari saya masih berlaku untuk keduanya," kata Doan pada Tribunpekabaru.com, Jumat (17/7/2026).
Doan menawarkan ring tinju serta fasilitas lengkap pendukungnya.
Ring tersebut disediakan untuk Eet dan Pariswan.
"Fasilitas kita lengkap, dan kita bisa jadwalkan kapan saja," kelakarnya.
Apa respon Eet dan dan Iwan serta pendukungnya terkait tawaran ini?
"Belum ada respon namun tawaran kita masih berlaku ya," katanya.
Doan mengatakan tawaran tersebut disampaikan agar perselisihan mereka berdua diselesaikan secara bermartabat.
Apalagi keduanya merupakan bagian para wakil rakyat terbaik di Riau.
Sehingga, daripada melakukan aksi premanisme di tempat terbuka terlebih di gedung DPRD Riau yang merupakan milik rakyat, ring tinju menjadi salah satu pilihan tepat.
"Kita miris saja dengan kejadian itu. Mereka berdua kan para wakil rakyat terbaik yang dipunya Riau. Apalagi itu gedung rakyat kan," ujarnya.
Ia mengaku kenal dekat dengan keduanya apalagi dengan para pendukungnya yang terlibat baku hantam tersebut. Ia pun terkejut dengan yang terjadi.
"Saya sangat menyayangkan hal itu ya. Keduanya saya kenal. Para pendukungnya juga saya kenal. Jadi sangat disayangkan. Makanya daripada seperti itu, ring tinju kami sediakan," tegasnya lagi.
Lobby DPRD Provinsi Riau yang biasanya sunyi mendadak ramai oleh kerumunan orang, usai Rapat Banggar DPRD Riau dan TAPD Pemprov Riau selesai, sekitar pukul 14.40 WIB.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pertengkaran keduanya bermula saat rapat yang dimulai sejak pagi masih berjalan. Keduanya saling bersitegang dan nyaris adu hantam.
Namun, ketegangan itu berhasil ditenangkan dan Indra Gunawan keluar dari ruangan. Rapat pun kembali berjalan hingga sekitar pukul 14.40 WIB.
Saat rapat selesai, Indra kembali memasuki ruangan rapat medium dan menemui Parisman. Keduanya kembali bersitegang.
Saat keduanya saling bersitegang, para pendukung dari kedua belah pihak mulai berdatangan dan memenuhi ruangan rapat medium hingga lobby DPRD Riau.
Akibatnya, ketegangan pun semakin memuncak hingga percekcokan juga terjadi di antara para pendukung.
Meski sejumlah Anggota DPRD Riau lainnya berusaha menengahi situasi, perdebatan kedua belah pihak semakin memuncak hingga terjadi kericuhan dengan aksi saling pukul, memaki hingga melemparkan barang-barang yang ada di lokasi.
Karena banyaknya pihak yang terlibat, kericuhan pun cukup sulit untuk ditangani oleh pihak security.
Hingga satu orang di antaranya terjatuh setelah menerima sejumlah pukulan.
Saat ini, kerusuhan sudah berhasil diamankan namun belum ada keterangan resmi dari Sekwan DPRD Riau maupun Anggota DPRD Riau yang terlibat dalam peristiwa ini. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)