Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -Perhitungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, anggaran untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTT dan NTB ditaksasikan mencapai Rp 800 miliar lebih.
Hitungan itu berdasarkan penyelenggaraan dua PON terakhir di Sumatera Utara dan Papua. Meski begitu, KONI Pusat meyakini KONI NTT bisa melaksanakan agenda olahraga nasional itu.
"Sekarang kita berhitung anggaran sebagai ketersiapan 12 instrumen pelayanan pendukung," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat Brigjen TNI (Purn) Ahmad Saefudin, Jumat (17/7/2026) saat membuka Rakerprov KONI NTT di Hotel Kristal Kota Kupang.
Ahmad mengatakan, salah satu yang turut menjadi pertimbangan adalah transportasi, akomodasi dan konsumsi. Itu merupakan hal pokok dan penting.
Baca juga: KONI NTT Gelar Rakerprov, Bahas Persiapan Tuan Rumah PON 2028
Demikian juga dengan kesiapan venue yang membutuhkan berbagai pendukung seperti relawan hingga upacara. Semua itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Ahmad mengaku akan menyerahkan perhitungan anggaran setiap cabang olahraga (cabor) di tahun 2024 saat PON Papua.
"Bahkan ujungnya ada Rp 823 M untuk bisa dilaksanakan penyelenggaraan PON dari 24 cabang olahraga. Sebegitu. Kami mengambil referensi dari PON Aceh dan Sumut," katanya.
Bahkan, menurut dia anggaran ini belum bisa dipastikan karena cabor yang akan dipertandingkan di NTT dan NTB belum diputuskan. Perhitungan ini dimaksudkan sebagai rujukan bagi KONI NTT.
Baca juga: Ketua KONI Belu Yakin Belu Jadi Salah Satu Venue PON 2028 di NTT
Sehingga, ia meminta agar Rakerprov KONI NTT ini bisa menghasilkan keputusan kesanggupan untuk berapa banyak cabor yang digelar di NTT dalam PON nanti.
Dari situ, KONI Pusat melakukan pemetaan kebutuhan sumber daya manusia, yang ujungnya berpengaruh ke anggaran.
Setelah ditetapkan jumlah cabor, KONI Pusat akan melantik panitia penyelenggara dan dilanjutkan dengan pelatihan teknis untuk setiap cabor.
"Sehingga pada saat bulan September sudah selesai berhitung, sudah selesai menyiapkan venue dan segala sesuatunya menuju bulan Desember 2027 yang merupakan tutup tahun babak kualifikasi," katanya.
Baca juga: Stadion Marilonga dan Kali Wolowona di Ende Disiapkan Jadi Venue PON XXII 2028
Ahmad mengatakan, khusus untuk cabor bela diri akan diselenggarakan di Kudus Jawa Timur bersamaan dengan PON Bela Diri. Ia menyebut, 43 cabor wajib diikuti NTT dalam babak kualifikasi.
"Bukan kami tidak percaya pada siapapun, tapi kami meyakini bahwa perhitungan harus memiliki kepastian," katanya.
Ahmad meminta agar setiap cabor dan pengurus KONI agar melakukan perhitungan dari dua sisi yakni prestasi dan penyelenggaraan yang sukses. Tidak boleh, kata dia, hanya bermodalkan semangat semata.
"Asas kebermanfaatan lanjutan harus lanjut. Setiap Kabupaten/Kota harus memiliki minimal satu cabor unggulan daerah itu sendiri. Dan Provinsi memiliki minimal dua cabang olahraga unggulan," katanya. (fan)