TRIBUNNEWS.COM - Aktor Saputra Kori membagikan cara yang biasa dilakukannya untuk mendalami karakter setiap kali menjalani proses syuting.
Menurutnya, membangun emosi yang sesuai dengan kebutuhan adegan menjadi salah satu hal penting agar karakter yang diperankan terasa lebih hidup di layar.
Saat ini, Kori dipercaya memerankan karakter Wira dalam film bergenre horor komedi Cek Khodam.
Dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews, Rabu (15/7/2026), Kori membagikan metode yang biasa digunakannya selama proses syuting agar lebih mudah membangun emosi sesuai kebutuhan adegan.
Kori mengungkapkan bahwa dirinya selalu membuat playlist Spotify khusus setiap kali terlibat dalam sebuah film.
"Jadi fun fact-nya, aku kalau main film tuh bikin playlist Spotify sendiri untuk film itu," ujar Kori di Studio Tribun Network, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut merupakan bagian dari metode yang ia terapkan saat berakting.
"Agak metode syuting ya, kayak metode akting," lanjutnya.
Menurut Kori, musik menjadi elemen penting yang membantunya menjaga suasana hati selama proses syuting berlangsung.
"Kalau aku pakai musik," lanjutnya.
Ia mengatakan, ketika harus menjalani adegan yang menguras emosi, dirinya sengaja menjaga suasana sejak pagi agar tetap berada dalam kondisi yang sesuai dengan karakter.
Baca juga: Saputra Kori Ajak Publik Nonton Cek Khodam, Tegaskan Ceritanya Tak Sesimpel Judul
"Jadi, misal nih di hari aku syuting yang harus sedih itu, aku benar-benar dari pagi ngasih tahu tim aku, pokoknya jangan ganggu, jangan ngajak bercandam," jelasnya.
Kori juga mengaku menghabiskan waktu seharian mendengarkan lagu-lagu yang mampu membantunya membangun emosi.
"Aku bakal seharian pakai headphone nyetel lagu yang sedih-sedih itu, gitu. Aku punya playlist, sampai sekarang masih ada," bebernya.
Khusus untuk film Cek Khodam, Kori mengungkapkan bahwa ada satu lagu Korea yang paling membantunya memahami karakter Wira.
Lagu tersebut adalah Still Fighting It yang dibawakan Lee Chan Sol dan menjadi salah satu soundtrack drama Korea Itaewon Class.
"Kalau yang film ini tuh aku mendalami pakai lagu Korea judul lagunya kalian dengerin aja Still Fighting It dari Lee Chan Sol dari drama Korea Itaewon Class karena itu ceritanya tentang papanya juga kan," kata Kori.
Menurutnya, tema lagu tersebut memiliki keterkaitan dengan latar belakang karakter yang diperankannya sehingga memudahkan dirinya membangun emosi.
"Kalau kakak nonton tuh tentang ayahnya yang udah meninggal, nonton itu kena banget sama ini (karakter di film Cek Khodam)."
Dari lagu tersebut, Kori mengaku mulai menemukan gambaran utuh mengenai karakter Wira yang ia perankan.
"Akhirnya aku dapat karakter si Wiranya di lagu itu," ucapnya.
Ia menjelaskan, lagu tersebut terus didengarkan sambil membayangkan berbagai ekspresi yang akan ditampilkan di depan kamera hingga akhirnya menemukan bentuk emosi yang diinginkan.
"Aku dengerin terus, dan di hari itu aku dengerin sekali sambil crafting di kepalaku, baru jadi deh ekspresi yang terakhir itu," terangnya.
Bahkan, kebiasaan itu terus dilakukannya hingga di luar jam syuting agar suasana emosinya tetap terjaga.
"Lagu itu aku putar terus sampai tidur, aku dengerin itu," tambahnya.
Bagi Kori, musik bukan sekadar pengiring, melainkan alat untuk membangun suasana batin dan dimensi karakter yang diperankannya.
"Ngebangun mood dan ngebangun dimensi sendiri buat aku," tandasnya.
Baca juga: Saputra Kori Sebut Cek Khodam Jadi Salah Satu Film Terbaiknya: Aku Puas Banget Sama Hasilnya
Menurut Kori, film ini menawarkan konsep cerita yang berbeda dari kebanyakan film horor yang selama ini ia saksikan.
Kori turut menepis anggapan bahwa film tersebut dibuat semata-mata untuk memanfaatkan tren viral "cek kodam" yang sempat ramai berseliweran di media sosial beberapa waktu lalu.
Kori menegaskan film tersebut tidak dibuat hanya demi mengejar popularitas isu yang sempat viral.
"Karena ya sebenarnya kalau dibilang, 'Ah, film ini ngejar-ngejar viral doang,' enggak, dong," kata Kori.
Ia menjelaskan bahwa tren cek kodam yang sempat ramai justru sudah mereda saat film tersebut diperkenalkan kepada publik.
"Karena kan sekarang sudah enggak viral lagi, sudah enggak hype lagi."
Menurut Kori, fenomena cek kodam hanya menjadi pintu masuk yang kemudian disesuaikan dengan cerita utama yang ingin disampaikan dalam film.
"Jadi, film ini bukan karena Cek Kodam viral, tapi film ini diangkat karena virus Cek Kodam ini bisa disambungkan sama DNA dari cerita ini," bebernya.
Lebih lanjut, ia menilai penonton tidak seharusnya menilai isi film hanya dari judulnya.
Sebab, cerita yang disajikan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membahas fenomena cek kodam.
"Makanya aku bilang berkali-kali, Cek Kodam tidak sesimpel judulnya."
"Bukan semua film ini tentang Cek Kodam, itu dia," tegasnya.
Karena itu, Kori mengajak masyarakat untuk menyaksikan langsung film tersebut di bioskop agar dapat memahami pesan yang ingin disampaikan para pembuat film.
"Tapi harus nonton dulu, dan kalian tahu DNA apa yang kita bilang dari tadi, bagus banget dari film ini," pungkasnya.
Film Cek Khodam yang dibintangi oleh Saputra Kori, Jirayut hingga Benidictus Siregar, tayang perdana pada 16 Juli 2026 di bioskop.
Saputra Kori memiliki nama asli I Gede Agus Iwan Saputra Kori adalah pemeran, konten kreator, youtuber, dan pelawak asal Indonesia.
Ia memerankan sederet film yang sukses memasuki box office di antaranya Jangan Buang Ibu, Bila Esok Ibu Tiada, Sosok Ketiga: Lintrik, Alas Roban, dan 402 Rumah Sakit Angker Korea.
Baca juga: Diminta Serius di Cek Khodam, Saputra Kori Kewalahan Hadapi Jokes Benedictus Siregar dan Adi Sudirja
Dikutip dari laman resmi XXI, film ini mengisahkan tentang fenomena konten mistis di mana manusia modern kini lebih takut pada cicilan menunggak dan dompet kosong daripada hantu.
Hantu malah dijadikan hiburan lewat konten Cek Khodam yang dibuat tiga sahabat, Sakti, Wira, dan Bima.
Tanpa mereka sadari, aksi mereka membuat AKM (Angka Ketakutan Manusia) turun drastis.
Demi mengembalikan martabat dunia gaib dan menaikkan kembali angka ketakutan manusia, Panglima Khodam ditugaskan turun langsung ke dunia manusia.
Namun, misi itu tidak berjalan sesuai rencana. Semakin keras para khodam berusaha menakuti manusia, semakin besar kekacauan yang mereka ciptakan.
Diproduksi Dee Company, film Cek Khodam mengusung genre horor komedi.
Film Cek Khodam merupakan garapan sutradara Jeropoint.
Posisi produser diisi oleh Dheeraj Kalwani.
Sementara naskah film ditulis oleh Jeropoint, Sandikagusti, Shintapuji.
Film Cek Khodam dapat disaksikan di bioskop pada 16 Juli 2026.
(Tribunnews.com, Rinanda)