Sering Redakan Sakit Kepala Pakai Secangkir Kopi? Simak Kata Dokter Spesialis Neurologi
afrizal July 18, 2026 04:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG– Banyak yang memilih minum secangkir kopi ketika mulai merasakan sakit kepala.

Sebagian mengaku nyeri yang dirasakan berkurang setelah mengonsumsi minuman berkafein tersebut.

Namun, benarkah kopi memang dapat membantu meredakan sakit kepala?

Dokter Spesialis Neurologi, dr. Akmal Irsyadi, Sp.N, menjelaskan bahwa anggapan tersebut memang memiliki dasar secara medis. 

Menurut dr.Akmal, kopi mengandung kafein yang juga digunakan sebagai salah satu zat dalam pengobatan beberapa jenis nyeri kepala, terutama migrain.

Baca juga: Sering Scroll HP Terlalu Lama Bisa Picu Nyeri Kepala dan Leher

Karena itu, tidak sedikit penderita yang merasakan sakit kepalanya berkurang setelah mengonsumsi kopi.

"Kalau habis minum kopi nyeri kepalanya berkurang, itu memang masuk akal. Terutama pada nyeri kepala yang sifatnya migrain. Kafein merupakan salah satu zat yang digunakan dalam pengobatan migrain," ujarnya mengutip Podcast TribunPadang yang tayang padaSenin (9/3/2026).

Kafein Membantu Meredakan Nyeri

Akmal menjelaskan, manfaat kopi dalam mengurangi sakit kepala tidak terlepas dari kandungan kafein di dalamnya.

Namun, efek tersebut tidak berarti semua orang harus langsung mengonsumsi kopi setiap kali sakit kepala muncul.

Menurutnya, yang berperan bukanlah jenis minuman kopinya, melainkan jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuh.

Ia mengatakan, selama kadar kafein yang dikonsumsi masih sesuai dengan dosis terapi, maka zat tersebut dapat membantu mengurangi keluhan nyeri kepala pada sebagian penderita migrain.

"Kalau jumlah kafeinnya sesuai dengan dosis terapi, dia akan memberikan efek mengurangi nyeri kepala," katanya.

Akmal menambahkan, minuman seperti kopi susu pun tetap mengandung kafein karena di dalamnya terdapat espresso sebagai bahan dasar.

Dengan demikian, kandungan kafein tetap ada meskipun telah dicampur susu.

Baca juga: Jangan Anggap Sama Pusing dan Nyeri Kepala, Pahami Bedanya

Kandungan Kafein Sulit Diukur

Meski demikian, Akmal mengingatkan bahwa masyarakat umumnya tidak mengetahui secara pasti berapa banyak kafein yang dikonsumsi setiap kali meminum kopi.

Hal itu disebabkan kandungan kafein dalam setiap jenis kopi bisa berbeda, tergantung jenis biji kopi, cara penyeduhan, hingga ukuran sajian yang diminum.

Akibatnya, seseorang bisa saja mengonsumsi kafein dalam jumlah yang terlalu sedikit sehingga tidak memberikan efek, atau justru berlebihan tanpa disadari.

"Kalau kita minum kopi, kita tidak tahu sebenarnya berapa miligram (mg) kafein yang kita konsumsi saat itu. Jadi efeknya sangat bergantung pada jumlah kafeinnya," jelasnya.

Karena itu, ia mengimbau agar tidak menjadikan kopi sebagai satu-satunya cara mengatasi sakit kepala tanpa mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Terlalu Banyak Kopi Justru Picu Sakit Kepala

Di balik manfaatnya, Akmal mengingatkan bahwa konsumsi kafein secara berlebihan justru dapat menimbulkan efek yang berlawanan.

Menurutnya, seseorang yang terbiasa mengonsumsi kopi dengan kadar kafein tinggi setiap hari berisiko mengalami sakit kepala ketika tiba-tiba menghentikan atau mengurangi kebiasaan tersebut.

"Kalau seseorang sudah rutin minum kopi dengan dosis kafein yang tinggi lalu tiba-tiba dihentikan atau dikurangi, itu juga bisa menyebabkan nyeri kepala," ujarnya.

Akmal menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena tubuh telah beradaptasi dengan asupan kafein dalam jumlah tertentu.

Saat asupan itu mendadak berkurang, tubuh akan bereaksi sehingga memunculkan keluhan sakit kepala.

Baca juga: Ternyata Ada Risiko Kesehatan Bila Sering Menahan Nyeri Kepala

Karena itu, ia menilai konsumsi kopi perlu dilakukan secara bijak.

Kafein memang dapat membantu meredakan nyeri kepala, terutama pada penderita migrain, tetapi manfaat tersebut hanya akan dirasakan jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.

Sebaliknya, jika dikonsumsi secara berlebihan atau dihentikan secara mendadak setelah menjadi kebiasaan, kafein justru dapat memicu munculnya sakit kepala.

"Jadi, semuanya sangat bergantung pada jumlah kafein yang dikonsumsi. Kalau sesuai dosis terapi bisa membantu mengurangi nyeri kepala, tetapi kalau berlebihan atau tiba-tiba dihentikan, efeknya justru bisa sebaliknya," tutupnya. (MG/Aulia Ranti Putri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.