- Sistem pertahanan udara Amerika Serikat kembali menjadi sorotan usai serangan Iran mengguncang Erbil, Irak.
Sistem Patriot yang ditempatkan di pangkalan militer AS di Erbil dilaporkan mengalami kendala teknis.
Sistem itu disebut tidak dapat bekerja secara optimal dalam mendeteksi maupun mencegat sejumlah ancaman.
Dalam kondisi darurat, militer AS mengandalkan sistem C-RAM untuk menghadapi serangan yang datang.
C-RAM menggunakan radar jarak dekat dan tembakan otomatis berkecepatan tinggi untuk menghancurkan roket, mortir, hingga drone.
Namun, beberapa drone kamikaze Iran dilaporkan tetap berhasil menembus pertahanan.
Akibatnya, fasilitas di kawasan pangkalan militer dan area Bandara Erbil terkena dampak langsung dari serangan tersebut.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone dalam skala besar ke wilayah Kurdistan, Irak.
Sasarannya meliputi pangkalan militer AS serta kamp kelompok oposisi Kurdi di Erbil dan Sulaymaniyah.
Serangan tersebut memicu ledakan hebat dan kobaran api di sekitar Erbil.
Drone dan rudal Iran juga dilaporkan menghantam kawasan pangkalan militer hingga merusak gudang persenjataan.
Iran mengklaim operasi itu ditujukan untuk menghancurkan kelompok separatis yang disebut mendapat dukungan negara-negara Barat.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman