10 Ribu Pramuka Kediri Didorong Jadi Penggerak Ketahanan Pangan, Wujudkan Kebun Produktif di Sekolah
Rendy Nicko July 18, 2026 05:46 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Gerakan Pramuka di Kota Kediri didorong mengambil peran lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal itu ditegaskan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memimpin Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan di Stadion Brawijaya, Jumat (17/7/2026) petang.

Kegiatan bertema 'Benteng Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045' tersebut diikuti sekitar 10.000 anggota Pramuka dari jenjang SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA se-Kota Kediri. Apel akbar menjadi momentum untuk menggerakkan generasi muda agar tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan kemandirian pangan.

Sebelum apel dimulai, Vinanda bersama jajaran meninjau sejumlah anjungan Satuan Karya (Saka). Di antaranya Saka Taruna Bumi, Saka Widya Budaya Bakti, Saka Kalpataru, Saka Wanabakti, Saka Kencana, Kedai Pramuka Kota Kediri, Saka Pariwisata, Saka Bakti Husada, Saka Praja Wibawa, Saka Bhayangkara, hingga Saka Anti Narkoba. Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan penampilan Genta Buana Brawijaya dari SMA 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur serta atraksi peserta Jambore Nasional 2026 Pramuka Kota Kediri.

Dalam amanatnya, Vinanda menilai tantangan zaman menuntut Gerakan Pramuka memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar kegiatan kepramukaan seperti berkemah, baris-berbaris, maupun keterampilan tali-temali. Menurutnya, isu ketahanan pangan menjadi salah satu persoalan yang harus dijawab bersama.

Baca juga: Satu Anggota Polres Blitar Kota Dipecat karena Kasus Narkoba, Kapolres : Jadi Shock Theraphy

"Di tengah perubahan iklim, berkurangnya lahan pertanian, dan meningkatnya kebutuhan pangan, isu ketahanan pangan bukan lagi menjadi urusan petani atau pemerintah semata. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," kata Vinanda.

Ia mengajak seluruh anggota Pramuka mendukung Program Pramuka Produktif Ketahanan Pangan yang digagas Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dan telah dijalankan oleh Kwartir Cabang Kota Kediri. Program tersebut sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Pembina Anggota Muda Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak saat meninjau lokasi Pramuka Produktif di Kota Kediri.

Menurut Vinanda, upaya membangun ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Pemanfaatan pekarangan sekolah maupun lahan yang belum produktif dapat menjadi langkah sederhana untuk menanam sayuran, buah-buahan, hingga budidaya ikan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi budaya di setiap gugus depan dan sekolah di Kota Kediri sehingga mampu menciptakan generasi muda yang memiliki keterampilan sekaligus kepedulian terhadap ketahanan pangan.

"Saya berharap setelah Apel Akbar ini Gerakan Pramuka Kota Kediri tidak berhenti pada seremoni semata. Setiap gugus depan memiliki lahan produktif, setiap sekolah memiliki kebun pangan, dan setiap anggota Pramuka memiliki keterampilan menanam serta memanfaatkan pekarangan," ujarnya.

Selain mendorong produktivitas, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya karakter sebagai identitas utama seorang Pramuka. Menurutnya, keteladanan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

"Jadilah Pramuka yang keren. Keren dalam penampilan, rapi, disiplin, percaya diri, sekaligus keren dalam karakter. Jujur, bertanggung jawab, santun kepada guru dan orang tua, peduli terhadap teman, mencintai lingkungan, serta berani melakukan hal-hal positif," pesannya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bibit pohon dan penandatanganan komitmen bersama oleh unsur pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, serta jajaran Gerakan Pramuka sebagai bentuk dukungan memperkuat peran Pramuka dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kota Kediri.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.