TRIBUNNEWS.COM - Timnas Argentina tinggal selangkah lagi bisa mengakhiri salah satu kutukan aneh yang selama ini terjadi di Piala Dunia.
Gelaran Piala Dunia yang terkenal dengan momen magis dan ikoniknya, memang kerapkali dibumbui dengan berbagai kutukan tak terduga.
Salah satunya menyoal kutukan negara peringkat pertama FIFA yang tidak pernah bisa menjadi juara di Piala Dunia, pada tahun tersebut.
Sederhananya, siapa pun negara yang menyandang predikat sebagai tim terbaik dunia sebelum digelarnya Piala Dunia, maka tim tersebut mustahil keluar sebagai juara di akhir turnamen tersebut.
Sejak sistem pemeringkatan FIFA dirilis pada tahun 1993, beberapa negara elit yang datang ke Piala Dunia dengan status ranking pertama FIFA, tercatat selalu gagal naik ke podium juara, sebagaimana dilansir Opta.
Baca juga: Rapor Sejarah Juara Ketiga Piala Dunia: Jerman Terbanyak, Beda Nasib Prancis & Inggris
Brasil menjadi negara terakhir yang menjadi korban dari kutukan tersebut.
Sebelum berlangsungnya Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar, tim Samba merupakan negara berperingkat satu dunia.
Namun ketika turnamen digelar, langkah Brasil hanya mentok sampai babak perempat final, setelah disingkirkan Kroasia lewat adu penalti.
Pada edisi sebelumnya lagi yakni Piala Dunia 2018, Belgia yang kala itu datang dengan status yang sama, harus tersingkir di semifinal, dan akhirnya cuma berhak menyandang status sebagai juara ketiga di akhir turnamen.
Dan momen yang sama terjadi secara berulang di Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya, sejak ranking FIFA diperkenalkan ke publik.
Hal itu seakan kian mempertegas momen crash yang rutin dirasakan oleh negara peringkat terbaik FIFA saat berjuang di Piala Dunia.
Kini, momen kutukan tersebut akan coba dipatahkan oleh Argentina yang diperkuat oleh Lionel Messi.
Argentina sendiri datang ke Piala Dunia, tidak hanya sekedar berstatus sebagai juara bertahan turnamen saja.
Melainkan juga, Argentina menatap Piala Dunia dengan fakta bahwa mereka merupakan negara peringkat satu di tangga FIFA.
Sebelum turnamen Piala Dunia 2026 berlangsung hingga kini tinggal menyisakan laga perebutan juara ketiga dan final, Argentina terpantau tetap menempati posisi teratas di ranking FIFA.
Mau tidak mau, Argentina harus berjuang mati-matian untuk membuktikan bahwa mereka bisa menyudahi kutukan ranking satu FIFA di turnamen Piala Dunia.
Kebetulan, Argentina mampu meloloskan diri ke final Piala Dunia 2026, setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 1-2 di semifinal.
Setelah melewati hadangan Inggris di semifinal, Argentina tinggal berhadapan dengan Spanyol di final, untuk memperebutkan trofi juara.
Dan jika ingin membawa pulang kembali gelar Piala Dunia, sekaligus menyudahi kutukan ranking terbaik FIFA yang selalu crash di Piala Dunia, tak ada cara lain bagi Argentina kecuali harus mengalahkan Spanyol di final, lusa mendatang.
Berbekal mental juara dan pemenang yang telah melekat dalam tim Argentina, tim Tango punya kesempatan untuk bisa mengakhiri harapan Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Salah seorang Football Enthusiast, Bayu Ajianto, pun sempat mengatakan bahwa Argentina punya kualitas luar biasa, untuk memenangkan laga di tengah situasi kritis.
Hasil laga melawan Cape Verde, Mesir, Swiss, hingga Inggris sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026 pun menjadi buktinya.
"Argentina sudah berkali-kali membuktikan bahwa mereka tidak kehilangan ketenangan saat ditekan. Mereka mampu keluar dari situasi tersulit," kata Football Enthusiast Bayu Ajianto dalam Podcast Super Taktik Tribunnews.
"Kalau Argentina akhirnya mampu mempertahankan gelar, bukan karena mereka selalu bermain paling indah, tetapi karena mereka tim yang paling kompak, paling tangguh secara mental, dan tahu bagaimana memenangkan pertandingan ketika berada dalam situasi tersulit," kata dia.
Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina dijadwalkan akan berlangsung di Metlife Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) jam 02.00 WIB.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)