Demi Tarik Wisatawan, Jepang Cantumkan 'Sushi' Sebagai Nama Bandara
GH News July 18, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Jepang telah mencapai rekor tertinggi jumlah wisatawan asing yang datang ke negaranya. Namun, tak semua daerah di Jepang yang kecipratan ramainya turis.

Prefektur Toyama, di pesisir Laut Jepang salah satunya. Mereka berinisiatif memberikan julukan baru ikonik kepada bandara mereka untuk membantu menempatkannya di peta pariwisata.

Dilansir dari, Sabtu (18/7/2026) Bandara Toyama yang menjadi pintu udara daerah tersebut sebelumnya menyandang julukan 'Bandara Toyama Kitokito'. , sebuah kata dari dialek Toyama yang berarti 'segar' atau 'penuh vitalitas', dipilih sebagai julukan dalam kontes publik tahun 2012 untuk menandai ulang tahun ke-130 prefektur pada 2013.

Namun, pada 8 Juli, Gubernur Toyama Hachiro Nitta mengumumkan bahwa bandara akan menerima julukan baru: 'Bandara Sushi Toyama-Takayama'. Meskipun nama yang begitu unik ini terdengar seperti lelucon, namun ini benar-benar terjadi.

Gubernur mengatakan bahwa branding baru ini bertujuan untuk meningkatkan profil prefektur di kalangan wisatawan asing dengan menyoroti dua kata yang mereka yakini memiliki pengakuan global instan yaitu 'Sushi' dan 'Takayama'. Tentu saja penempatan kata 'sushi' berharap daerah ini menjadi tujuan penggemar sushi.

Mengenai kapan dan bagaimana julukan 'sushi' untuk bandara ini akan digunakan masih belum jelas. Namun kemungkinan besar akan ditampilkan dalam promosi pariwisata, pemasaran luar negeri, dan materi promosi lainnya sebagai bagian dari strategi branding prefektur untuk menarik wisatawan mancanegara.

Rebranding itu dilakukan seiring upaya Bandara Toyama untuk meningkatkan jumlah penumpang setelah penurunan pada tahun fiskal lalu, penurunan tahunan pertama dalam lima tahun terakhir. Bandara ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari Hokuriku Shinkansen, yang membuka jalur kereta api langsung ke Tokyo pada 2015.

Meskipun pernah mengoperasikan penerbangan ke destinasi internasional seperti Seoul, Shanghai, dan Dalian, banyak rute penerbangan luar negeri terjadwal telah ditangguhkan.

Penerbangan ke Taipei diperkirakan akan dilanjutkan pada bulan Agustus setelah absen sekitar enam setengah tahun, sehingga ada harapan untuk peningkatan jumlah penumpang menjelang perubahan nama baru.

Syanti Mustika
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.