TRIBUNNEWS.COM – Timnas Argentina hanya tinggal selangkah lagi mencetak sejarah besar saat menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Tak sekadar memburu trofi dunia keempat sepanjang sejarah, Lionel Messi dan kolega juga berpeluang mengakhiri penantian selama 64 tahun untuk menghadirkan juara Piala Dunia yang mampu mempertahankan gelarnya.
Jika berhasil menaklukkan Spanyol, Argentina akan menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang sukses menjuarai dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Prestasi tersebut akan menempatkan La Albiceleste dalam kelompok paling eksklusif sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Sejak Piala Dunia pertama digelar pada 1930, hanya ada dua negara yang pernah berhasil mempertahankan gelar juara dunia.
Italia menjadi tim pertama yang melakukannya setelah menjuarai edisi 1934 dan 1938.
Dua dekade kemudian, Brasil mengikuti jejak Gli Azzurri dengan meraih gelar berturut-turut pada Piala Dunia 1958 dan 1962.
Sejak keberhasilan Brasil tersebut, tidak ada lagi negara yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia dalam dua edisi beruntun.
Kini, setelah 64 tahun, kesempatan itu berada di tangan Argentina.
Keberhasilan menembus final juga menjadi bukti konsistensi skuad asuhan Lionel Scaloni.
Argentina lolos ke partai puncak usai melakukan comeback dramatis 2-1 atas Inggris di semifinal.
Kemenangan tersebut mengantarkan Argentina ke final Piala Dunia ketiga dalam empat edisi terakhir sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar yang mereka raih di Qatar 2022.
"Jika Argentina bisa mempertahankan gelar, ini akan menjadi pencapaian yang monumental karena mereka harus menebus tiga kekuatan terbesar Eropa," kata Bayu Ajianto dalam podcast Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Semifinal Berdarah Piala Dunia 2026: Argentina Dikepung Trio Raksasa Eropa" yang direkam di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Bagi Lionel Messi, laga melawan Spanyol berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah dalam kariernya.
Kapten Argentina itu berpeluang menjadi pemain yang memimpin negaranya meraih dua gelar Piala Dunia secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi pada era modern sepak bola.
Sepanjang turnamen, Messi tampil sebagai motor permainan Argentina.
Ia menjadi pemimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol, unggul atas Kylian Mbappe melalui jumlah assist.
Performa impresif tersebut membuat peluang Messi meraih Sepatu Emas sekaligus trofi Piala Dunia terbuka lebar.
Baca juga: Final Piala Dunia 2026 Memanas, Spanyol Soroti Permainan Keras Argentina
Hanya Italia dan Brasil yang Pernah Juara Beruntun
Italia menjadi negara pertama yang sukses mempertahankan gelar Piala Dunia.
Pada edisi 1934, Gli Azzurri mengalahkan Cekoslowakia 2-1 setelah melalui babak perpanjangan waktu.
Empat tahun kemudian, Italia kembali tampil dominan dengan menundukkan Hungaria 4-2 pada final Piala Dunia 1938.
Setelah itu, Brasil menjadi negara kedua yang mampu mengulang prestasi tersebut.
Dipimpin Pele yang masih berusia 17 tahun, Selecao mengalahkan tuan rumah Swedia 5-2 pada final Piala Dunia 1958.
Empat tahun berselang, Brasil kembali berjaya setelah menaklukkan Cekoslowakia 3-1 pada final Piala Dunia 1962.
Sejak saat itu, belum ada negara yang mampu mempertahankan mahkota juara dunia.
Ada Tim yang Gagal di Final Beruntun
Di sisi lain, sejarah juga mencatat dua negara yang dua kali berturut-turut mencapai final, tetapi selalu gagal menjadi juara.
Belanda menjadi tim pertama yang mengalami nasib tersebut.
Oranje kalah 1-2 dari Jerman Barat pada final 1974, sebelum kembali takluk 1-3 dari tuan rumah Argentina setelah perpanjangan waktu di final 1978.
Nasib serupa dialami Jerman Barat. Mereka tumbang 1-3 dari Italia pada final Piala Dunia 1982, lalu kembali harus mengakui keunggulan Argentina 2-3 pada final 1986 yang dipimpin Diego Maradona.
Kini, Argentina memiliki kesempatan untuk menorehkan sejarah berbeda.
Apabila mampu mengalahkan Spanyol, La Albiceleste tidak hanya mempertahankan gelar dunia, tetapi juga mengakhiri penantian lebih dari enam dekade untuk menghadirkan juara Piala Dunia secara berturut-turut.
(Tribunnews.com/Ali)