Setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi, guna mencegah terjadinya KLB
Nabire (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah mengerahkan tim investigasi ke Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, untuk menelusuri laporan dugaan kasus campak, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah Yohanes Kayame di Nabire, Sabtu, mengatakan tim dikerahkan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan pendampingan teknis bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai serta petugas puskesmas setempat.
"Pembentukan tim ini adalah wujud komitmen memperkuat sistem kewaspadaan dini. Setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi, guna mencegah terjadinya KLB," katanya.
Ia menjelaskan tim melakukan verifikasi dan validasi kasus, penelusuran riwayat penyakit, pencarian kasus tambahan, pemeriksaan status imunisasi, hingga pengambilan sampel sesuai pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Selain itu petugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala campak, pentingnya melengkapi imunisasi dasar, serta langkah-langkah pencegahan penularan di lingkungan sekitar.
Menurut Yohanes, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) di tingkat kabupaten dan puskesmas agar mampu merespons penyakit menular secara cepat, tepat, dan mandiri.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pelatihan dan penguatan kapasitas bagi petugas kesehatan di tingkat kabupaten dan puskesmas, agar respons terhadap penyakit menular dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan mandiri ke depannya," ujar Yohannes Kayame.
Dalam pelaksanaan investigasi tim sempat menghadapi kendala berupa penolakan dari sebagian keluarga terkait proses penyelidikan terhadap kasus anak yang meninggal dunia. Namun melalui pendekatan persuasif serta dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah kampung, proses investigasi dapat dilaksanakan sesuai prosedur.
Dinkes Papua Tengah mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta segera membawa anggota keluarga yang mengalami demam disertai ruam kemerahan ke fasilitas kesehatan terdekat agar memperoleh penanganan sedini mungkin.
Ia juga mengingatkan pentingnya melengkapi imunisasi dasar anak sebagai langkah paling efektif mencegah penyebaran campak.
"Lengkapi jadwal imunisasi anak-anak kita, karena itu adalah perlindungan paling efektif. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita pastikan penanganan berjalan maksimal dan penyakit tidak menyebar lebih luas," katanya.





