TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita berusia 21 tahun menjadi korban penyerangan yang dilakukan oleh mantan tunangannya.
Pria tersebut menyerang wanita itu lantaran tidak dapat menerima keputusan korban yang membatalkan rencana pernikahan mereka.
Dalam insiden tragis itu, ibu korban meninggal dunia saat berusaha melindungi putrinya dari serangan pelaku, sementara korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang dideritanya.
Dikutip dari Mstar, Sabtu (18/7/2026), peristiwa tersebut terjadi setelah tersangka, seorang pria berusia 32 tahun bernama Yuvaraj, diduga menerobos masuk ke rumah keluarga mantan tunangannya, Varsha.
Setibanya di dalam rumah, pelaku langsung melakukan penyerangan terhadap perempuan tersebut.
Saat aksi penyerangan berlangsung, ibu Varsha berusaha melindungi putrinya dari serangan pelaku. Namun, upaya tersebut berakhir tragis. Sang ibu justru menjadi korban setelah diserang menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, Varsha mengalami luka serius akibat serangan yang dilakukan mantan tunangannya. Kondisinya dilaporkan kritis dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Yuvaraj dan Varsha sebelumnya telah menjalin hubungan hingga bertunangan beberapa bulan lalu.
Keduanya diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan. Meski demikian, hubungan tersebut akhirnya kandas setelah Varsha memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pernikahan.
Keputusan tersebut diambil karena adanya perbedaan usia antara keduanya. Setelah pembatalan pertunangan itu, keluarga Varsha memutuskan untuk menghentikan seluruh komunikasi dengan Yuvaraj.
Menurut Kepala Kepolisian Virudhunagar, Gautham Goyal, dugaan sementara menunjukkan bahwa penyerangan tersebut dipicu oleh rasa kecewa yang dialami tersangka setelah cintanya ditolak oleh mantan tunangannya.
Gautham Goyal menjelaskan bahwa setelah keluarga korban memutuskan hubungan komunikasi dengan pelaku, Yuvaraj diduga nekat mendatangi rumah keluarga Varsha sebelum akhirnya melakukan penyerangan.
"Yuvaraj menyerang Varsha yang kini dalam keadaan kritis. Ibunya mencoba melindungi putrinya sebelum akhirnya meninggal dunia dalam serangan tersebut," kata Gautham Goyal.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa sasaran utama pelaku adalah mantan tunangannya. Namun, upaya sang ibu untuk menyelamatkan anaknya justru membuat dirinya menjadi korban dalam insiden berdarah tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Virudhunagar, yang berada di negara bagian Tamil Nadu, India. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mendalami seluruh rangkaian kejadian guna memastikan kronologi lengkap serta mengumpulkan seluruh barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Setelah menerima laporan mengenai penyerangan itu, polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Yuvaraj. Tersangka kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Selain mengamankan pelaku, penyidik juga masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh motif di balik aksi penyerangan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kekecewaan pelaku setelah keputusan mantan tunangannya untuk mengakhiri hubungan dan membatalkan pernikahan.
Sementara itu, kondisi Varsha masih menjadi perhatian karena mengalami luka serius akibat serangan tersebut. Korban saat ini masih mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Kasus ini menjadi sorotan karena berawal dari hubungan yang sebelumnya telah memasuki tahap pertunangan. Namun, setelah rencana pernikahan dibatalkan dan komunikasi antara kedua belah pihak terputus, situasi tersebut diduga berujung pada aksi kekerasan yang merenggut satu nyawa dan menyebabkan satu korban lainnya berada dalam kondisi kritis.
Pihak kepolisian memastikan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung. Yuvaraj telah diamankan, sementara aparat akan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus penyerangan yang menewaskan ibu mantan tunangannya serta melukai korban hingga dalam kondisi kritis.
(cr31/tribun-medan.com)