2.818 Petani Kelola 6.300 Hektare Tebu, Wabup Sebut Majalengka Siap Dukung Swasembada Gula
Kemal Setia Permana July 18, 2026 09:11 PM

Laporan Kontributor Adhim Mubaroq

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA -  Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, mengatakan sektor tebu menjadi salah satu kekuatan pertanian Kabupaten Majalengka.

Saat ini, sekitar 6.300 hektare lahan tebu dikelola oleh 2.818 petani yang tergabung dalam 113 kelompok tani.

Hal itu disampaikan Dena saat menghadiri Panen Raya TNI Tahun 2026 di Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Jumat (17/7/2026).

Menurut Dena, besarnya potensi tersebut harus terus dikembangkan karena kebutuhan gula di Jawa Barat masih jauh lebih tinggi dibandingkan produksi yang ada. Dari kebutuhan sekitar 400 ribu ton per tahun, produksi gula Jawa Barat baru berkisar 100 ribu ton.

"Ini menjadi peluang bagi petani Majalengka untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan. Pemerintah daerah akan terus hadir melalui penguatan kolaborasi, pendampingan, dan dukungan terhadap sektor pertanian," ujarnya.

Baca juga: Kabupaten Cirebon Hasilkan 1.200 Ton Sampah per Hari, Pemkab Sisir 40 Titik Pembuangan Liar

Ia menjelaskan, pada panen tahap pertama tahun ini sekitar 1.100 hektare lahan telah dipanen. Apabila seluruh areal selesai dipanen, produksinya diperkirakan mencapai 444.000 ton tebu atau setara sekitar 31.000 ton gula kristal.

Dena menegaskan, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI Angkatan Udara, BUMN, dan para petani agar produktivitas tebu terus meningkat.

Menurutnya, keberhasilan sektor tebu bukan hanya mendukung target swasembada gula nasional, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan dan meningkatkan pendapatan ribuan petani di Majalengka.

Panen tebu di Desa Sumber Kulon merupakan bagian dari Panen Raya TNI Tahun 2026 yang digelar serentak di 42 titik di Indonesia dan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto dari Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan TNI mendapat tugas mendampingi tiga komoditas strategis nasional, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, padi oleh TNI Angkatan Darat, dan kedelai oleh TNI Angkatan Laut sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Di Majalengka, kegiatan tersebut dipimpin Panglima Kodau I Marsda TNI Erwin Sugiandi M.Han dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Komandan Lanud Sugiri Sukani Letkol Pnb Yudisthira, unsur Forkopimda Kabupaten Majalengka, perwakilan BUMN, serta ratusan petani tebu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.