Konflik Sengketa Tanah Ulayat di Adonara Flores Timur Kembali Mencuat, Dua Warga Meninggal
Cristin Adal July 19, 2026 04:47 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Konflik yang dipicu sengketa tanah ulayat antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terjadi pada Sabtu (18/7/2026). Peristiwa ini mengakibatkan dua warga meninggal dunia.

Korban meninggal masing-masing berasal dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Aparat keamanan bersama pemerintah daerah kini berupaya menenangkan situasi dan memastikan keselamatan warga.

Komandan Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Charles Marion Bere melalui Wadanki 4 Batalyon B Pelopor Brimob Polda NTT, Iptu Simon Hedo, mengatakan konflik tersebut berkaitan dengan sengketa tanah ulayat yang sebelumnya juga pernah terjadi.

“Dari informasi yang kami monitor, korban meninggal masing-masing satu orang dari Narasaosina dan satu orang dari Waiburak. Konflik ini sudah terjadi untuk kedua kalinya. Yang pertama pada Maret lalu, dan sekarang kembali pecah. Permasalahan utamanya adalah sengketa tanah ulayat,” kata Simon.

Baca juga: Konflik di Adonara NTT, 1 Korban Tergeletak di Jalan dengan Sejumlah Luka Senjata Tajam

Selain menimbulkan korban jiwa, konflik juga menyebabkan sejumlah rumah terbakar. Beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan penanganan.

Hingga Sabtu siang, situasi di Pulau Adonara dilaporkan belum sepenuhnya kondusif. Warga masih diliputi trauma sehingga aktivitas masyarakat belum kembali normal.

Aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus melakukan pengamanan dan pendekatan kepada warga agar situasi dapat kembali aman. 

Tokoh masyarakat dan tokoh adat juga diharapkan berperan aktif mendorong penyelesaian sengketa melalui dialog damai.

Konflik serupa sebelumnya terjadi pada Mei 2026. Setelah peristiwa itu, aparat keamanan dan pemerintah daerah telah memfasilitasi mediasi antara kedua desa, termasuk penyerahan senjata rakitan kepada kepolisian. Upaya perdamaian tersebut kini kembali didorong agar konflik tidak berulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.