Dedi Mulyadi Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Pada Anak, Sebut Bisa Picu Diabetes hingga Gagal Ginjal Jika Diabaikan
Widy Hastuti Chasanah July 19, 2026 07:35 AM

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengajak orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak. Dedi mengingatkan bahaya kecanduan gawai bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Seperti diketahui, di era digital seperti sekarang, gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun sudah terbiasa menggunakan ponsel, tablet, atau perangkat elektronik lainnya.

Gawai memang memiliki banyak manfaat, mulai dari membantu proses belajar hingga menjadi sarana hiburan. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat membuat anak mengalami kecanduan gawai, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap tumbuh kembang mereka.

Hal itu pula yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru-baru ini. Ya, belum lama ini, Dedi Mulyadi ajak orang tua batasi penggunaan gawai pada anak.

Menurut Dedi, anak yang kebiasaan menatap layar secara berlebihan dapat mengurangi aktivitas fisik anak. Padahal aktivitas fisik yang berkurang bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit kronis sejak usia dini, termasuk diabetes dan gagal ginjal.

Dedi menyebut ancaman kesehatan anak saat ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan asupan gizi. Masalah juga dapat muncul ketika nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak diolah menjadi energi karena anak jarang bergerak.

"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Kamis (16/7/2026) dilansir Kompas.com.

Tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, kecanduan gawai juga dinilai memengaruhi perkembangan psikologis anak. Dedi menyebut minimnya aktivitas fisik dapat meningkatkan emosi dan perilaku agresif.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta agar orang tua membatasi penggunaan gawai pada anak. Anak juga perlu lebih sering diajak melakukan aktivitas di luar ruangan agar tubuhnya bergerak aktif dan kemampuan motoriknya berkembang.

Selain itu, Dedi juga meminta orang tua untuk mengawasi pola konsumsi anak. Ia meminta agar anak-anak tidak dibiasakan makan makanan instan dan kadar gula yang tinggi.


Di sisi lain, Dedi menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga kualitas hidup masyarakat, bahkan sejak masih berada dalam kandungan. Pemprov Jawa Barat saat ini tengah merumuskan regulasi mengenai intervensi pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil yang mengalami persoalan kesehatan atau kesulitan memenuhi kebutuhan makanan bergizi.

"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," ucap Dedi.

"Seluruhnya negara harus bertanggungjawab terhadap itu."

"Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," ucapnya menambahkan.

Sekadar informasi, Dedi Mulyadi memang cukup vokal menyuarakan soal gizi anak. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi juga sempat memberi usulan soal cara menurunkan angka stunting.

"Gizi buruk itu ada yang berasal dari anak yang memang tidak mampu secara ekonomi dan pengelolaan, ada juga yang memang gizi buruk bawaan dari lahir karena mengalami kelainan sulit menyerap gizi dari makanan,” kata Dedi Mulyadi dilansir TribunJabar.ID.

Saat itu, Dedi usul agar pemerintah bisa mengintegrasikan penanganan stunting dengan pemberian makanan pada balita dan anak-anak sekolah. Pembiayaan cukup dilakukan oleh posyandu dan sekolah.

Menurut Dedi Mulyadi harus ada stimulus dana desa yang mencangkup urusan kesehatan warganya. Sehingga nanti setiap kelahiran akan dicatat termasuk rincian anak mana saja yang memerlukan penanganan kesehatan khusus untuk ke depannya.

“Biar tidak rumit masukkan ke dana desa, nanti di sana ada komponen penanganan gizi buruk. Kalau sekarang kan honor kader posyandu saja hanya Rp 200-400 ribu per tahun dan subsidi dalam bentuk makanan juga sudah tidak ada,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.