SRIPOKU.COM - Emiliano Martinez tidak tergantikan dalam menjaga gawang timnas Argentina dari serangan lawan.
Menjelang final Piala Dunia 2026, pemain Aston Villa itu mendadak membuat pengumuman mengejutkan. Tentu saja para pendukung Argentina cemas mendengarnya.
Pria 33 tahun ini ternyata tidak dalam kondisi 100 persen fit sejak anak asuh Lionel Scaloni mengarungi babak 16 besar Piala Dunia 2026.
"Sekarang saya tidak memikirkannya lagi. Mulai dari babak 16 besar, perempat final, dan seterusnya saya berlatih seperti biasa dan saya merasa jauh lebih baik," kata Martinez, dikutip _Sripoku.com_ dari _afa.org.ar_, Minggu (19/7/2026).
Pria bertinggi badan 195 cm ini bahkan sudah memprediksi tangannya akan sangat sakit saat bertanding melawan Spanyol nanti.
"Saya tahu tangan saya akan sangat sakit. Mereka memberi tahu saya bahwa saya perlu dioperasi," katanya.
Tentu Argentina berharap agar kiper utama mereka ini bisa fit dan cederanya di bagian tangan tidak kambuh.
Sebab, sejak Piala Dunia 2026, Scaloni tidak pernah memainkan kiper lain, meski masih ada nama Geronimo Rulli dan Juan Musso.
Wakil Ketua DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, memprediksi Argentina akan mengalahkan Spanyol.
Menurut Firdaus, ada tujuh alasan yang membuat Messi dkk. lebih diunggulkan dibanding Lamine Yamal dkk, yakni:
Pertama, faktor mental juara dan pengalaman di final.
Argentina sudah enam kali tampil di final Piala Dunia dan tiga kali juara pada 1978, 1986, dan 2022.
"Sementara Spanyol baru sekali juara pada 2010," kata Firdaus kepada _Sripoku.com_, Sabtu (18/7/2026).
Kedua, keberadaan pemain penentu di laga besar.
Ia menilai Argentina memiliki tradisi “clutch player” seperti Maradona, Messi, hingga Emiliano Martinez.
"Sementara Spanyol dinilai lebih mengandalkan penguasaan bola tiki-taka dan kerap kesulitan saat menghadapi pertahanan rapat," jelasnya.
Ketiga, fleksibilitas taktik. Scaloni disebut mampu mengubah skema dari 4-4-2 hingga lima bek sesuai lawan.
"Sebaliknya, Spanyol dinilai masih bertumpu pada satu pola permainan," tuturnya.
Keempat, duel fisik. Firdaus menilai pemain Argentina yang berkarier di Liga Inggris dan Italia memiliki keunggulan dalam duel dan daya juang.
Kelima, faktor kiper dan adu penalti. Ia menyoroti Emiliano Martinez yang dianggap spesialis adu penalti.
Sementara Spanyol tercatat dua kali tersingkir lewat adu penalti di Piala Dunia 2018 dan 2022.
Keenam, catatan sejarah pertemuan Eropa versus Amerika Latin di final.
Berdasarkan data yang disampaikannya, dari 11 final antara tim Eropa dan Amerika Latin, tim Amerika Latin menang delapan kali.
Ketujuh, warisan efek Messi.
"Meski Messi kemungkinan akan pensiun setelah final ini, para pemain muda Argentina seperti Julian Alvarez, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister sudah merasakan gelar juara dan memiliki standar mental yang sama," tandasnya.
Terkait skenario pertandingan, Firdaus memprediksi laga akan berakhir 2-1 untuk kemenangan Argentina.
Dalam prediksinya, Spanyol akan mendominasi penguasaan bola di babak pertama.
Argentina mencetak gol lebih dulu melalui serangan balik, Spanyol menyamakan kedudukan.
Dan gol penentu Argentina lahir di menit akhir melalui skema bola mati.
"Kita prediksi Argentina menang 2-1 melawan Spanyol," pungkasnya.