TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Masyarakat mendesak pemerintah melakukan perbaikan Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam.
Diketahui, pasca banjir yang melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam membuat warga resah dan cemas setiap hujan turun.
Banjir ini terjadi pada Sabtu (18/7/2026) malam, membuat 450 warga di daerah tersebut harus mengungsi.
Wali Jorong Labuah, Elbama meminta pihak BPBD dan Balai Wilayah Sungai V Sumatera memperbaiki Sungai Batang Tumayo.
Sebab menurut dia, banyak material dan tumpukan sedimen pasca banjir bandang pada akhir 2025 lalu yang masih menumpuk.
Baca juga: Arus Lalu Lintas Lembah Anai Ramai Lancar, Pasar Tumpah Tanah Datar Padat pada Minggu Sore
"Bencana banjir kali ini sudah sering terjadi setelah banjir bandang akhir 2025 lalu. Jadi kami sudah resah setiap hujan turun, pasti selalu terjadi banjir akibat menumpuknya material," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, pada bagian hulu Sungai Batang Tumayo, masih banyak tumpukan material yang akan turun.
Menurut Elbama, kondisi sungai saat ini lebih tinggi dari permukiman. Sehingga saat hujan turun, material yang menumpuk di bagian hulu akan sangat mudah terbawa.
"Selama ini juga, pengerukan sungai hanya dilakukan oleh swadaya warga, pemerintah hanya memberi batu bronjong, tapi terbawa juga oleh air. Kami ingin alat berat membersihkan material yang menumpuk di hulu," katanya.
Masyarakat Jorong Kubu, Firjinia Trisa juga mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki aliran Sungai Batang Tumayo.
Baca juga: Warga Padati Pantai Katapiang, CFD Perdana Padang Pariaman Bikin Dagangan UMKM Laris Manis
Ia mengaku banjir susulan pasca bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu sudah terjadi berulang dan selalu dikhawatirkan warga.
"Sampai sekarang, aliran sungai belum juga diperbaiki, kami sudah sampaikan, tapi belum ada tindakan," pungkasnya.
Kata dia, setiap hujan turun, dia dan ketiga anaknya selalu mengungsi agar terhindar dari banjir.
"Setiap kali hujan turun pasti banjir, kami sekeluarga selalu mengungsi," tutupnya.
Usai banjir melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat, pagi ini warga sudah kembali dari pengungsian menuju rumah masing-masing.
Kedua jorong ini berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pada akhir November tahun 2025 lalu, daerah ini juga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Sumbar.
Namun hampir delapan bulan pasca bencana, banjir susulan kerap kali terjadi, tepatnya pada Sabtu (18/7/2026) malam.
Menurut keterangan Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa banjir sempat menggenangi Jorong Labuah dan Jorong Kubu setinggi 70 sentimeter.
Baca juga: Tanggul Batang Tumayo Agam Jebol, 450 Warga Terdampak Banjir
Dampak dari bencana tersebut, warga terpaksa mengungsi. Akan tetapi, pada Minggu (19/7/2026) pagi warga sudah kembali ke rumah pasca air surut.
"Air sudah surut, pagi tadi warga juga sudah kembali ke rumah usai mengungsi Sabtu malam," kata dia saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Abdul Ghafur menyebut, saat ini warga tengah membersihkan rumah pasca banjir melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah.
Di sisi lain, untuk mencegah banjir susulan ke depannya, BPBD Agam sudah berkoordinasi dengan BWS V Sumatera selaku instansi yang berwenang untuk memperbaiki Sungai Batang Tumayo.
"Sesuai permintaan warga, sudah kita sampaikan ke BWS V Sumatera untuk menyediakan alat berat untuk memperbaiki beberapa tanggul yang jebol," sebutnya.
Senada, Sekretaris Nagari (Sekna) Sungai Batang, Ade Chandra menjelaskan saat ini warga memang sudah kembali ke rumah pasca mengungsi pada Sabtu malam.
Warga langsung membersihkan rumah, akibat air dan lumpur menggenangi saat banjir terjadi.
"Warga kita sudah kembali ke rumah, saat ini sedang membersihkan air fan lumpur yang masih tersisa," tuturnya.
Sempat Mengungsi
Sebanyak 450 warga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026) malam.
Seluruh korban dipastikan selamat setelah proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Curah hujan di kawasan hulu Maninjau juga menyebabkan tanggul Sungai Batang Tumayo jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.
"Akibat tanggul yang jebol, beberapa warga sempat terjebak dan meminta bantuan evakuasi. Tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan," kata Abdul Malik saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).
Laporan kejadian diterima Kantor SAR Kelas A Padang pada Sabtu pukul 19.22 WIB.
Selang 17 menit kemudian, enam personel dari Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan sebelum melakukan proses evakuasi.
Abdul Malik menjelaskan banjir merendam dua jorong, yakni Jorong Kubu dan Jorong Labuah.
Di Jorong Kubu, sekitar 200 warga berhasil menyelamatkan diri secara mandiri. Sementara di Jorong Labuah terdapat sekitar 243 warga yang juga melakukan evakuasi mandiri.
Meski demikian, masih ada tujuh warga di Jorong Labuah yang terjebak sehingga harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 22.05 WIB.
"Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Total warga terdampak di dua jorong tersebut sekitar 450 orang dan tidak ada korban jiwa," ujarnya.
Memasuki Minggu dini hari sekitar pukul 05.40 WIB, debit air mulai berangsur surut sehingga kondisi di lokasi dinyatakan aman.
Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.
Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB seluruh unsur SAR gabungan menggelar debriefing sebelum kembali ke satuan masing-masing.
Dalam operasi tersebut, tim SAR melibatkan personel Unit Siaga SAR Agam bersama BPBD Kabupaten Agam, Polri, PMI, Tagana, perangkat kecamatan, perangkat nagari, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat.
Abdul Malik menambahkan proses evakuasi sempat terkendala hujan yang masih turun dan minimnya penerangan di lokasi banjir. Namun, operasi SAR tetap berjalan lancar hingga seluruh warga yang membutuhkan bantuan berhasil dievakuasi.