Sebelum Hantam 7 Mobil, Truk Maut di Sibolangit Ternyata Sudah Alami Kerusakan Gearbox
Ayu Prasandi July 19, 2026 07:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (17/7/2026) kemarin, masih menjadi perhatian masyarakat luas.

Bagaimana tidak, peristiwa maut yang disebabkan karena truk bermuatan air mineral mengalami kerusakan rem itu merenggut nyawa empat orang tak bersalah. 

Selain korban meninggal, delapan orang lainnya yang berada di lokasi kejadian juga hingga saat ini masih menjalani perawatan karena dampak kecelakaan.

Dalam peristiwa maut itu, truk dengan plat nomor BK 8453 SG itu menghantam tujuh unit mobil dan satu unit sepeda motor. 

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim Satlantas Polrestabes Medan, sebelum mengalami rem blong ternyata truk tronton itu sudah mengalami kerusakan di bagian gearbox.

Dituturkan Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP S.L Widodo, berdasarkan pengakuan yang didapat dari sopir dan kernet truk tersebut awalnya kerusakan diketahui saat laju kendaraan akan dipelantan melalui sistem penggeraknya. 

"Awalnya sopir mau nurunin gigi dari 4 ke 3, tapi sudah enggak dapat. Transmisinya sudah bermasalah," ujar Widodo, Minggu (19/7/2026). 

Katanya, dalam proses pemeriksaan antara sopir yakni Bronsom Sinaga alias Ilham dan kernet Suherman Kurniawansyah dilakukan secara terpisah.

Katanya, hal ini dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang lebih pasti dan tidak ada kerjasama antara keduanya. 

"Kita ambil keterangan kemarin terpisah, biar enggak distorsi kan," ucapnya. 

Dijelaskan Widodo, berdasarkan penuturan kernet truk tersebut kerusakan bermula saat mereka datang dari Berastagi menuju Medan.

Setibanya di seputar Koramil 03/SBL sopir mulai mengetahui adanya kerusakan pada truk yang dikemudikannya.
 
Setelah transmisinya tak berfungsi normal yang membuat laju kendaraan tak bisa melambat, selanjutnya sopir mencoba memelankan truk menggunakan rem.

Namun, saat tuas rem diinjak sopir sudah tak lagi bisa memelankan laju kendaraannya dan mengetahui rem sudah blong. 

"Sudah hilang dia, rem itu udah udah mengalami gangguan. Diturunkan ke 3, diturunkan 4, enggak dapat. Meluncur terus ke bawah," katanya. 

Setibanya di jalanan yang menurun, truk yang tak dapat lagi dikendalikan baik dari rem dan transmisi langsung meluncur tanpa kendali.

Bahkan, berdasarkan penuturan kernet saat tiba di sekitar SPBU Sibolangit truk tersebut sempat menyerempet truk tangki yang ada di depannya. 

"Kena ke truk tangki, selanjutnya sopir menghantam ke kanan, tapi enggak parah truk tangkinya. Dia menghindar ke kanan, mengambil ke kanan karena ada antrean pengisian BBM itu.

Nah, habis SPBU kan, habis itu kan antrean dia hajar ke kanan. Dia hajar ke kanan sambil narik handbrake. Kernet pun sampai narik handbrake," ungkapnya. 

Setelah sopir kembali ke lajur kiri, truk yang berjalan dengan kecepatan tinggi itu langsung menghantam kendaraan yang ada di depannya.

Di tengah situasi panik, sopir yang tak lagi dapat mengendalikan truk yang dibawanya tak sadar adanya antrean kendaraan yang ada di depannya. 

"Sudah panik sopirnya, dan ada antrean kendaraan di depan sehingga terjadilah kecelakaan beruntun ini," ungkapnya. 

Ketika ditanya perihal hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Widodo menjelaskan pihaknya masih menunggu informasi dari tim Polda Sumut.

Diketahui, proses identifikasi olah TKP kejadian ini diambil alih langsung oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Sumut. 

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.