Viral Lagi Pengakuan Frank Hutapea Sebut Hotman Paris Ayah yang Pelit hingga Alami Beban Mental
Fadhila Rahma July 19, 2026 12:27 PM

 


SRIPOKU.COM - Di balik kehidupan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea selama ini selalu lekat dengan kemewahan dan fasilitas kelas atas. 

Siapa sangka jika di balik gemerlap tersebut, sang anak sulung, Frank Hutapea, justru menyimpan cerita perjuangan yang kontras hingga sempat mengalami depresi.

Frank mengaku, status sebagai anak dari pengacara kaya raya tidak serta-merta membuat hidupnya bergelimang kemudahan finansial. Pada tahun 2015 lalu, ia bahkan berada di titik terendah lantaran merasa tertinggal secara materi dari lingkungan pertemanannya.

 "Saya pernah dulu 2015, merasa temenku kaya saya enggak," ujar Frank Hutapea dikutip dalam kanal YouTube Melaney Ricardo.

Pengakuan jujur ini seketika membuat Melaney Ricardo selaku pembawa acara terkejut bukan main. Mengingat reputasi Hotman Paris yang dikenal sebagai salah satu pengacara terkaya di Indonesia, pernyataan Frank tentu terdengar tidak biasa.

 "What? Hotman Paris?," ujar Melaney Ricardo tak percaya.

 Frank kemudian menjelaskan kondisi sebenarnya yang ia hadapi kala itu. Rupanya sejak awal meniti karier, ia dituntut untuk mandiri secara finansial. Sang ayah sama sekali tidak memanjakannya dengan limpahan materi atau sekadar uang saku tambahan.

"Kita kan kerja sendiri, kita nggak dikasih duit," ujar Frank Hutapea.

Mendengar hal tersebut, Melaney langsung menyimpulkan karakter sang pengacara kondang saat berada di dalam rumah.

 "Bapak pelit dong?," tanya Melaney Ricardo.

 Secara spontan dan lugas, Frank membenarkan hal tersebut.

 "Pelit," jawab Frank Hutapea.

Kemandirian itu dibuktikan Frank saat dirinya bekerja di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Demi mengais rupiah, ia harus menghabiskan waktu hingga larut malam di tempat kerja, bahkan rela tetap masuk di akhir pekan. Meski sudah memeras keringat, perasaan minder tetap membayangi ketika melihat pencapaian teman-temannya yang terasa lebih melesat.

"Dulu gue kerja di BEJ, pulang malem tiap hari, Sabtu kadang masuk, temen gue pada kaya gue kagak," ujar Frank Hutapea.

 Menariknya, fase depresi akibat beban mental tersebut ternyata juga pernah dialami oleh Hotman Paris di masa mudanya. Frank membeberkan bahwa ayahnya dulu sempat frustrasi berat akibat merasa gagal dalam merintis karier, bahkan sampai terbersit pikiran nekat untuk mengakhiri hidup.

 "Bapak juga pernah kok, pernah hampir bunuh diri karena dia ngerasa nggak sukses," ujar Frank Hutapea.

Melihat adanya pola yang sama antara dirinya dan sang ayah, Frank menilai bahwa kerentanan terhadap masalah kesehatan mental bisa jadi dipengaruhi oleh faktor keturunan.

 "Menurut gue mental health ada genetiknya," ujar Frank Hutapea.

 Ogah Follow Instagram Sang Ayah
 Selain urusan prinsip finansial, hubungan unik antara bapak dan anak ini juga terlihat di jagat media sosial. Hotman Paris yang dikenal sangat aktif memamerkan kedekatannya dengan deretan asisten pribadi (aspri) cantik di Instagram, ternyata tidak diikuti oleh anak sulungnya sendiri.

 Frank secara terbuka mengaku sudah memutus pertemanan dengan akun Instagram sang ayah.

"Dulu follow tapi sekarang udah enggak," ujar Frank Hutapea.

 Alasan di balik keputusan tersebut terbilang sederhana, Frank merasa jenuh melihat aktivitas harian ayahnya yang terus-menerus muncul di lini masa. Lagipula, tanpa diikuti pun, unggahan sang ayah tetap kerap melintas di menu jelajah.

 "Males lihatnya, nggak usah follow ntar di explore juga nongol," ujar Frank Hutapea.

 Tak hanya itu, aksi Hotman Paris di media sosial sering kali menjadi bahan perbincangan di grup pertemanan Frank. Teman-temannya kerap mengirimkan potongan gambar unggahan Hotman, bahkan tak jarang menggoda Frank untuk dikenalkan dengan salah satu aspri ayahnya.

"Ada temen crop terus dikirimin ke gue di grup, 'eh siapa nih kenalin dong'," ujar Frank Hutapea.

 Mengenai tabiat Hotman yang gemar menari bersama para wanita muda di ruang publik, Frank memberikan pandangan tersendiri. Menurutnya, hal seperti itu sebenarnya jamak dilakukan oleh bapak-bapak lain, hanya saja mereka memilih untuk menjaganya tetap privat.

 "Ada yang mungkin bukan konsumsi publik, bapak-bapaknya mereka mungkin juga joget tapi nggak diunggah, dan tempatnya privat, itu yang dia (Hotman) mau tunjukkan di tempat terbuka," ujar Frank Hutapea.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.