Sosok Frank Hutapea, Kecewa Hotman Paris jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Sindir Hanya Pencitraan
ninda iswara July 19, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah kini turut menyeret perhatian publik pada kehidupan keluarga pengacara kondang Hotman Paris.

Sorotan tak lagi hanya tertuju pada proses hukum, tetapi juga pada hubungan Hotman Paris dengan putra sulungnya, Frank Alexander Hutapea.

Hubungan ayah dan anak tersebut menjadi perbincangan setelah muncul perbedaan sikap yang memicu polemik di ruang publik.

Frank Alexander Hutapea secara terbuka menyampaikan protes keras kepada sang ayah melalui media sosial.

Kritik itu muncul setelah Hotman Paris resmi menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Keputusan tersebut rupanya membuat Frank Alexander Hutapea meluapkan rasa kecewa dan kemarahannya kepada sang ayah.

Unggahan Frank pun dengan cepat menyita perhatian warganet dan memicu beragam tanggapan di media sosial.

Baca juga: Hotman Paris Klaim Febrie Adriansyah Dikriminalisasi, Bantah Dapat Rp50 M, Milik Siapa Cafe De Clan?

Tak hanya mempersoalkan keputusan menjadi kuasa hukum, Frank juga menyoroti pernyataan Hotman Paris terkait honorarium.

Menurut Frank Alexander Hutapea, pernyataan Hotman Paris yang mengaku tidak mengharapkan bayaran dari Febrie Adriansyah dinilainya sebagai bentuk pencitraan.

Pernyataan tersebut semakin mempertegas perbedaan pandangan antara ayah dan anak dalam menyikapi perkara yang tengah menjadi perhatian publik.

Konflik terbuka di dalam keluarga Hotman Paris pun menjadi topik yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Banyak pihak menilai perselisihan ini menjadi sisi lain yang menarik dari kasus hukum yang kini sedang bergulir di Kejaksaan Agung.

Nama Frank Alexander Hutapea pun mendadak ikut menjadi sorotan seiring keberaniannya mengkritik sang ayah secara terbuka.

Publik kini semakin penasaran dengan latar belakang dan sosok Frank Alexander Hutapea yang berani menyampaikan sikapnya di tengah polemik tersebut.

Perhatian terhadap hubungan keluarga Hotman Paris pun terus mengiringi perkembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah.

Profil Frank Alexander Hutapea

Frank Alexander Hutapea lahir pada tahun 1991.

Ia merupakan putra sulung dari pasangan Hotman Paris Hutapea dan Agustianne Marbun.

Frank Alexander Hutapea adalah kakak tertua dari dua adiknya, yakni Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Paris Junior Hutapea.

Mengikuti jejak sang ayah di dunia hukum, Frank menempuh pendidikan tinggi di University of Kent, London.

Ia berhasil meraih gelar LLB (Bachelor of Laws) dari fakultas hukum bergengsi di Inggris tersebut.

Sebagai seorang advokat muda, Frank memiliki pengalaman kerja yang solid di firma hukum papan atas sebelum akhirnya mandiri.

Karier Frank kini tidak hanya terbatas di ruang sidang swasta.

Saat ini, Frank Alexander Hutapea telah resmi mengemban amanah di lingkungan pemerintahan.

Ia tercatat menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pengurus Nasional (DPN).

Di posisi strategis ini, Frank bersanding dengan tokoh-tokoh kompeten lainnya, seperti putra dari budayawan Cak Nun, Sabrang Damar Panuluh, B.Math, B.Sc (Noe Letto), serta Dr. Ir. Jupriyanto.

Pernikahan Frank Alexander Hutapea dan Sang Istri Habiskan Dana Rp 5 Miliar

Kehidupan pribadi Frank turut menuai sorotan saat ia resmi menikah dengan sang kekasih, Winona Delany Tandra, pada Sabtu (4/1/2025).

Pernikahan yang digelar setahun lalu itu sempat menghebohkan publik lantaran Hotman Paris secara blak-blakan mengaku menggelontorkan dana hingga Rp5 miliar untuk menikahkan sang putra.

Sosok istri Frank, Winona Delany, juga bukan wanita biasa. 

Winona merupakan lulusan Ekonomi Bisnis dengan gelar Bachelor of Arts dari University of Exeter, Inggris (2014).

Ia memiliki rekam jejak mentereng, mulai dari magang di perusahaan UOB Kay Hian Singapura, hingga pernah menjabat sebagai Senior Analyst di KPMG Indonesia, salah satu firma akuntansi Big 4 (empat besar) di dunia.

Baca juga: Sahroni Sentil Hotman Paris Pengacara Febrie Adriansyah, Frank Hutapea Sindir: Lebih Hina dari Hina

SOSOK FRANK HUTAPEA - Sosok Frank Alexander Hutapea, putra sulung Hotman Paris yang jadi sorotan setelah melayangkan protes keras secara terbuka kepada ayahnya, kecewa ayah jadi pengacara Febrie Adriansyah. (Youtube/Melaney Ricardo | Tribunnews)

Frank Alexander Hutapea ke Hotman Paris: Halah kebanyakan pencitraan

Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea untuk menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menuai reaksi keras dari Frank Alexander Hutapea.

Melalui akun Instagram pribadinya @frankalexand3r pada Jumat (18/7/2026), Frank membagikan ulang sebuah narasi yang menyentil sikap Hotman Paris.

Ia mengkritik sang ayah yang mengaku tidak mengharapkan bayaran, namun tetap tergiur mengambil kasus megakorupsi tersebut.

"Halah kebanyakan pencitraan," tulis Frank dalam unggahan cerita Instagram-nya, dikutip dari Tribunsumsel.com.

Hotman 911 Ikut-ikutan Kena Sentil

Tidak hanya menyerang personal sang ayah, Frank juga meluapkan kemarahannya terhadap program bantuan hukum gratis @hotman911official yang selama ini dibanggakan Hotman.

Sebagai sesama praktisi hukum, Frank menilai akun bermotto "Pengais Keadilan" tersebut sudah melenceng jauh dari esensi kemanusiaan.

Menurutnya, program Hotman 911 kini hanya dijadikan alat pemasaran terselubung untuk bisnis tempat hiburan malam milik ayahnya.

"Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care about being center of attention (Dia tidak pernah benar-benar peduli untuk menjadi pusat perhatian)," tulisnya.

Frank bahkan mendesak agar program bantuan hukum untuk masyarakat menengah ke bawah itu segera dibubarkan.

"Tutup aja ini IG pengais keadilan. Marketing ala-ala buat jualan alcohol di Holywings. Lebih hina dari hina," tegas Frank.

Sebelum perseteruan ini mencuat, hubungan keluarga ini memang dikabarkan sempat renggang. Anak-anak Hotman Paris (Frank, Felicia, dan Fritz Hutapea) bahkan pernah dirumorkan berhenti mengikuti (unfollow) akun Instagram sang ayah.

Sebagai informasi, Febrie Adriansyah telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri.

Ia diduga terlibat dalam tiga klaster kasus besar, yaitu: Korupsi komoditas batu bara, korupsi PT ASABRI, dugaan penyelewengan di PT Krakatau Steel.

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Karena Hati Nurani

Hotman Paris menegaskan dirinya sama sekali tidak memungut biaya untuk mengawal kasus ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Hotman usai mendampingi Febrie menjalani pemeriksaan perdana terkait kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) PT Asabri di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

"Walaupun klien saya membeludak, hampir semua konglomerat saya yang pegang. Saya terpanggil ya karena saya merasa ada yang baik," ujar Hotman Paris di hadapan awak media, dilansir dari Kompas TV, Sabtu (18/7/2026).

Hotman memastikan dirinya murni bergerak karena panggilan hati nurani, bukan finansial.

"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Tarif bayaran saya supermahal di Indonesia. Itulah background-nya biar tahu," tegasnya.

Bagi Hotman, mendampingi Febrie Adriansyah disamakan dengan aksi sosial yang biasa ia lakukan lewat program "Hotman 911".

Bedanya, kali ini ia turun tangan secara cuma-cuma untuk membela seorang aparat penegak hukum yang dinilainya berprestasi namun justru dikriminalisasi.

Hotman mengendus adanya pergerakan dari kelompok oligarki kuat yang merasa terancam oleh ketegasan Febrie.

Semasa menjabat, Febrie diklaim berhasil menyelamatkan aset dan kerugian negara dengan angka fantastis mencapai Rp430 triliun.

"Saya melihat benar-benar merasa miris karena apa? Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo karena dengan dia, negara mendapatkan (pengembalian aset) sebagai Satgas PKH 300 triliun dalam satu tahun," tutur Hotman.

"Kemudian, pengembalian kerugian negara dapat 130 triliun. Sudah 430 triliun kembali, dibanggakan oleh Presiden. Tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden," lanjutnya.

Melihat besarnya angka yang berhasil diselamatkan, Hotman meyakini ada banyak pihak berkuasa yang terusik.

Hal itulah yang menantang nalurinya sebagai pengacara untuk menjaga marwah sang klien.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.