‘Dia bukan yang terbaik’: Mantan pelatih India buat klaim berani tentang Lionel Messi jelang final Piala Dunia Argentina vs Spanyol
Aurora Nightingale July 19, 2026 08:59 AM

Menjelang Lionel Messi memimpin Argentina ke final Piala Dunia FIFA lainnya, mantan pelatih tim nasional India yang kini menangani tim nasional Rwanda, Stephen Constantine, memberikan penilaian berani terhadap bintang Argentina tersebut. Ia menegaskan bahwa meski Messi termasuk di antara pemain terbaik sepanjang masa, namun menurutnya Messi “bukan yang terbaik” dalam sejarah sepak bola.

Berbicara kepada PTI dari Rwanda menjelang laga final besar pada hari Minggu melawan Spanyol, pelatih asal Inggris itu menempatkan Pelé, Diego Maradona, dan Ronaldinho di atas pemain berusia 39 tahun tersebut. Constantine berpendapat bahwa taktik permainan Argentina memungkinkan Messi untuk menghemat energi dan memaksimalkan pengaruhnya dalam serangan.

Messi tampil luar biasa sepanjang turnamen, mencetak delapan gol dan memberikan empat assist saat juara bertahan Argentina melaju ke final Piala Dunia kedua berturut-turut, termasuk kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di semifinal setelah sempat tertinggal.

‘Messi tak terbendung saat menguasai bola’

Constantine memuji kehebatan Messi saat menguasai bola, tetapi menilai kerja kolektif tim Argentina membuat sang kapten bisa tampil optimal.

“Messi adalah pemain yang luar biasa, salah satu yang terbaik, tetapi perbedaannya adalah Argentina memiliki enam atau tujuh pemain yang berlari untuknya dan memberinya bola,” ujar Constantine.

“Ketika dia menguasai bola, dia hampir tidak bisa dihentikan. Namun tanpa bola, pada dasarnya tim bermain dengan 10 orang karena pemain lain harus menutupi perannya. Argentina melakukan itu dengan sangat baik. Jadi, ya, tidak, bagi saya, dia bukan yang terbaik. Dia salah satu yang terbaik, tetapi bukan yang terbaik. Saya tidak akan mengatakan dia yang terbaik,” tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul menjelang laga yang diperkirakan akan menjadi penampilan terakhir Messi di Piala Dunia, di mana ikon Argentina itu berusaha meraih gelar dunia keempat bagi negaranya.

Constantine dukung Spanyol angkat trofi

Meski mengakui pengalaman Argentina dan kemampuan Messi untuk menentukan hasil pertandingan sendirian, Constantine meyakini gaya bermain kolektif Spanyol memberi mereka sedikit keunggulan dalam perebutan gelar.

“Menurut saya pertandingan ini akan berlangsung ketat. Jika saya seorang penjudi, meski saya bukan, tapi kalau iya, saya akan bertaruh Spanyol mengalahkan Argentina,” ujarnya. “Namun sebelumnya saya juga mengira Inggris bisa melewati Argentina. Jadi, kita lihat saja. Ini akan menjadi final yang bagus. Pertandingan seperti ini sulit diprediksi.”

Ia menyoroti etos kerja Spanyol di seluruh lapangan sebagai faktor pembeda utama antara kedua finalis.

“Rodri adalah pemain top. Dan perbedaan dengan tim Spanyol adalah semua pemain mereka akan berlari. Mereka semua akan bekerja keras. Di Argentina, Messi tidak akan mundur untuk menjaga pemain lawan. Dia tidak akan menangkan bola udara. Tapi ketika dia mendapat bola, dia luar biasa, hampir tak terkalahkan. Namun melawan tim Spanyol yang seluruh pemainnya bekerja sangat keras untuk merebut bola dan menutup ruang bagi Messi, saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik. Saya rasa Spanyol akan memenangkan pertandingan ini,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.