Pelatih kepala baru tim nasional Kroasia, Slaven Bilic, menjadikan masa depan Luka Modric sebagai prioritas utamanya. Ia mengungkapkan rencana untuk berbicara langsung dengan gelandang veteran tersebut mengenai kelanjutan karier internasionalnya, dengan harapan dapat meyakinkan kapten AC Milan itu agar tetap memperkuat tim nasional.
Bilic kembali menjabat sebagai pelatih Kroasia untuk kedua kalinya. Penunjukan ini sekaligus menandai berakhirnya era Zlatko Dalic, yang meninggalkan tim setelah sembilan tahun memimpin usai Piala Dunia. Federasi Sepak Bola Kroasia memilih untuk membawa kembali sosok karismatik Bilic demi memulai babak baru.
Bagi pelatih berusia 57 tahun ini, masa jabatan tersebut merupakan periode keduanya bersama tim nasional setelah sebelumnya melatih Kroasia pada tahun 2006 hingga 2012.
Dalam konferensi pers perkenalannya, Bilic segera menegaskan fokus utamanya, yaitu membahas isu yang sedang menyita perhatian seluruh negeri: masa depan kapten Luka Modric di tim nasional. Ia menekankan bahwa tidak akan ada tekanan terhadap sang pemain senior, hanya rasa hormat mendalam atas kontribusi dan warisan yang telah ia berikan.
"Langkah pertama saya adalah membangun staf pelatih yang masih perlu beberapa penyesuaian. Langkah kedua adalah berbicara dengan para pemain, terutama dengan Luka Modric. Kita semua tahu siapa Luka. Keputusan sepenuhnya ada di tangannya, mengingat perannya yang begitu besar bagi sepak bola dan tim nasional. Ia jauh lebih dari sekadar pemain terbaik dalam sejarah tim kami," ujar Bilic.
Bilic juga mengungkapkan bahwa hubungan komunikasinya dengan gelandang Milan tersebut sebenarnya tidak pernah terputus. "Saya sudah berbicara dengannya setahun yang lalu. Salah satu hal pertama yang akan saya lakukan adalah berbicara lagi dengannya, dan tentu saja saya ingin dia terus bermain untuk tim nasional, tetapi pada akhirnya keputusan itu tetap ada padanya," lanjut Bilic.
Masa depan Modric tidak hanya menjadi perhatian besar di Kroasia, tetapi juga menjadi topik hangat di Serie A. Pihak Milan kini menunggu keputusan pasti dari sang gelandang veteran mengenai kelanjutan kariernya di level klub.
Rossoneri tengah berupaya keras meyakinkan Modric untuk bertahan setidaknya satu musim lagi. Pemilik klub Gerry Cardinale serta pelatih kepala Ruben Amorim dilaporkan turut terlibat langsung dalam pembicaraan dengan Modric, memaparkan proyek baru klub sebagai upaya untuk membujuknya agar memperpanjang masa baktinya di San Siro.
Setelah gagal lolos ke Liga Champions, sempat beredar kabar bahwa Modric, yang akan berusia 41 tahun pada bulan September, berencana pensiun setelah Piala Dunia. Namun, peluang bagi sang pemain untuk mengaktifkan opsi perpanjangan kontraknya masih terbuka lebar.