Juara bertahan Argentina berada di ambang menorehkan sejarah baru dalam dunia sepak bola saat tim asuhan Lionel Scaloni bersiap menghadapi Spanyol di final Piala Dunia FIFA 2026, dengan peluang untuk mencatat salah satu pencapaian paling langka sekaligus mempertahankan gelar secara impresif.
Tim juara bertahan tersebut telah menyamai rekor Piala Dunia yang telah bertahan selama 24 tahun dengan menjadi tim kedua dalam sejarah yang mampu memenangkan tujuh pertandingan dalam satu edisi turnamen. Satu-satunya tim lain yang pernah mencapai prestasi itu adalah Brasil pada kampanye juara mereka di Jepang dan Korea Selatan tahun 2002.
Sekarang, satu kemenangan lagi dalam final hari Minggu di Stadion New York New Jersey akan membawa Argentina masuk ke dalam kelompok elit yang lebih eksklusif.
Satu kemenangan lagi menuju Piala Dunia tanpa cela.
Argentina telah memenangkan seluruh tujuh pertandingan menuju final, termasuk mengalahkan Inggris 2-1 dalam semifinal dramatis setelah sempat tertinggal, berkat gol dari Enzo Fernández dan Lautaro Martínez.
Kemenangan atas Spanyol akan menjadikan Lionel Messi dan rekan-rekannya sebagai tim kelima dalam sejarah Piala Dunia yang memenangkan semua pertandingan mereka hingga mengangkat trofi.
Hanya empat juara sebelumnya yang pernah mencatatkan kampanye sempurna:
Argentina kini berkesempatan untuk bergabung dengan deretan tim legendaris tersebut sekaligus menjadi negara pertama sejak Brasil pada 2002 yang menuntaskan Piala Dunia tanpa kehilangan satu pun pertandingan. Mereka juga berpeluang menjadi tim pertama yang memenangkan delapan laga dalam satu edisi turnamen.
Spanyol menjadi penghalang menuju sejarah.
Di antara Argentina dan sejarah berdiri tim Spanyol yang penuh percaya diri dan bertekad merebut gelar Piala Dunia kedua mereka setelah kemenangan di tahun 2010.
Skuad asuhan Luis de la Fuente tampil impresif sepanjang turnamen, hanya kebobolan satu gol dari tujuh laga dan mencatat enam kali nirbobol. Spanyol memastikan tempat di final dengan kemenangan 2-0 atas Prancis melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.
Menjelang laga perebutan gelar, De la Fuente memprediksi pertandingan yang menghibur antara dua tim yang sama-sama mengusung filosofi sepak bola menyerang.
“Ada dua tim kelas dunia, dua tim luar biasa dengan banyak kesamaan... Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa,” ujar pelatih Spanyol tersebut.
Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan bahwa timnya harus menampilkan performa terbaik meski sudah menunjukkan hasil sempurna sejauh ini.
“Kami harus menunjukkan versi terbaik kami untuk mencoba menang. Kami adalah tim yang sudah sangat dikenal oleh lawan, dan itu membuat pencapaian kami sampai di titik ini memiliki nilai ganda. Kami akan berusaha memenangkan final,” kata Scaloni.
Pelatih Argentina tersebut juga memuji perjalanan luar biasa Lionel Messi yang kembali mencapai final Piala Dunia di usia 39 tahun.
“Bisa mencapai final dengan cara Leo melakukannya... sungguh luar biasa. Kita harus menghargai apa yang dia lakukan dan kisah serta legenda yang dia ciptakan,” tambah Scaloni.
Final hari Minggu ini bukan sekadar perebutan trofi. Bagi Argentina, ini adalah kesempatan untuk menyamai kampanye sempurna Brasil tahun 2002, meraih gelar Piala Dunia berturut-turut, dan mengukuhkan generasi ini sebagai salah satu tim terbesar yang pernah ada dalam sejarah sepak bola.