BANGKAPOS.COM--Hubungan keluarga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi sorotan publik setelah putra sulungnya, Frank Hutapea, mengungkap fakta mengejutkan mengenai relasinya dengan sang ayah.
Pernyataan Frank mencuat setelah unggahan bernada kritik yang ditujukan kepada Hotman Paris viral di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, Frank mempertanyakan keputusan ayahnya menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, yang kini berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Tak hanya itu, Frank juga menilai citra yang selama ini dibangun Hotman Paris di hadapan publik tidak sepenuhnya mencerminkan kenyataan.
"Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention," tulis Frank melalui akun media sosialnya.
Unggahan tersebut langsung memancing perhatian warganet dan menjadi perbincangan luas.
Di tengah ramainya respons publik, seorang warganet mempertanyakan alasan Frank menyampaikan kritik melalui media sosial, bukan secara langsung kepada ayahnya.
Menjawab pertanyaan tersebut, Frank mengungkap kondisi hubungan mereka yang ternyata telah lama renggang.
"Sudah satu tahun enggak omongan," ungkap Frank.
Ia juga menjelaskan bahwa hubungan profesional mereka pun telah berakhir. Kini Frank memilih membangun karier secara mandiri dengan mendirikan kantor hukum sendiri.
"Sudah pisah jalan. Makanya buka kantor sendiri," katanya.
Pengakuan itu menjadi kali pertama Frank secara terbuka mengungkap bahwa dirinya dan Hotman Paris sudah tidak lagi berjalan bersama, baik dalam hubungan keluarga maupun dunia profesi.
Kritik Frank bermula setelah Hotman Paris menyatakan bersedia menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah tanpa mengharapkan bayaran.
Dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, Hotman mengaku terpanggil memberikan pendampingan hukum kepada mantan Jampidsus tersebut.
"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Tarif bayaran saya super mahal di Indonesia. Itulah background-nya biar tahu," kata Hotman.
Pernyataan itu justru mendapat respons sinis dari Frank.
Ia mengaku sulit mempercayai klaim sang ayah yang menyebut tidak mengutamakan bayaran dalam perkara tersebut.
Dalam unggahan lanjutan, Frank bahkan menyinggung persoalan keluarga dengan menyebut Hotman Paris pernah mengambil uang angpao pada acara pernikahan adiknya, Fritz Hutapea.
"Halah kebanyakan pencitraan. Fritz married aja angpaonya lo ambil. Ala ala ga mau duit," tulis Frank.
Ditegaskan oleh Frank, ayahnya itu menjadikan rakyat miskin sebagai marketing atau trik penjualan semata.
Sebab Frank meyakini Hotman tidak benar-benar peduli pada rakyat miskin.
"Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention (Dia tidak pernah benar-benar peduli, dia cuam peduli sama perhatian)," sindir Frank.
Dari sanalah Frank menyarankan agar lembaga bantuan hukum yang didirikan Hotman dibubarkan saja.
"Tutup aja ini ig pengais keadilan. Marketing ala ala buat jualan alcohol di holywings," pungkas Frank.
Aksi Frank yang tak mendukung Hotman Paris itu belakangan ramai diperbincangkan publik.
Frank pun merespon sindiran balik netizen yang menyebut aksinya itu cuma trik marketing.
"Trik marketing anaknya," sindir netizen.
"Gue ga perlu marketing bro," tegas Frank.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya keretakan hubungan di internal keluarga Hotman Paris yang selama ini tidak banyak diketahui publik.
Sebelum disindir sang putra, Hotman Paris sempat mengurai alasannya bersedia jadi pengacara Febrie Adriansyah.
Dalam konferensi pers pada Jumat (17/7/2026) malam, Hotman Paris menyebut dirinya merasa terpanggil untuk membela Febrie.
"Walaupun klien saya membeludak, hampir semua konglomerat saya yang pegang. Saya terpanggil karena saya merasa ada yang baik," ungkap Hotman Paris.
Kata Hotman, Febrie adalah jaksa yang punya jasa besar kepada negara.
Yakni Febrie berhasil memimpin banyak kasus besar yang menghasilkan pengembalian aset negara dalam jumlah fantastis.
Hotman melihat Febrie adalah salah satu penegak hukum yang mencetak sejarah besar di Kejaksaan yaitu menyelamatkan keuangan negara hingga dibanggakan oleh Presiden Prabowo.
Karenanya saat kini Febrie terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU, Hotman terpanggil untuk membelanya.
"Saya melihat benar-benar merasa miris karena apa? Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo karena dengan dia, negara mendapatkan (pengembalian aset) sebagai Satgas PKH 300 triliun, dalam satu tahun. Kemudian pengembalian kerugian negara dapat 130 triliun. Sudah 430 triliun kembali, dibanggakan oleh Presiden," pungkas Hotman.
Dalam kasus Febrie, Hotman curiga adanya upaya kriminalisasi terhadap mantan Jampidsus tersebut.
"Bayangkan, orang kebanggaan Presiden, tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden," kata Hotman.
"Ini sudah 430 triliun yang terkumpul uang berupa uang cash masuk ke negara. Berarti banyak oligarki yang terganggu. Jadi benar-benar dengan melakukan itu terhadap Jampidsus ini, mantan Jampidsus ini, benar-benar saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo. Itulah alasannya saya terpanggil," sambungnya.
Perselisihan yang kini menjadi konsumsi publik itu pun menuai beragam respons di media sosial.
Sebagian warganet menyayangkan konflik keluarga tersebut dibuka ke ruang publik, sementara yang lain menilai setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya.
Terlepas dari polemik yang berkembang, perhatian publik kini tertuju pada apakah Hotman Paris akan memberikan respons terhadap pernyataan Frank atau memilih tetap fokus mendampingi proses hukum kliennya, Febrie Adriansyah.
(Bangkapos.com/TribunNetwork/TribunnewsBogor.com)