SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya ditahan imbang PSIS Semarang 2-2 dalam laga uji coba bertajuk 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026).
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavaresm tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan.
Padahal pada laga ini, Persebaya sempat memimpin 2-0 lewat gol Alex Martins menit 35, Yann Mabella menit 52.
Namun, Persebaya kecolongan dua gol di penghujung pertandingan lewat brace Lorensius Sabda menit 74, 84.
"Hal-hal yang saya sukai dari tim ini adalah kami menciptakan banyak peluang."
"Dan hal-hal yang tidak saya sukai adalah kebobolan dua gol akibat beberapa kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya tidak kami lakukan," kata Bernardo Tavares setelah pertandingan.
"Tentu saja, kami ingin menang di kandang dengan stadion penuh. Tapi inilah sepak bola," tambahnya.
Baca juga: Pelatih Fisik Persebaya Diogo Carvalho Mengaku Puas, Kebugaran dan Chemistry Tim Terus Berkembang
Pelatih asal Portugal itu mengaku senang menghadapi PSIS Semarang, dinilai tim yang kuat.
Sehingga catatan tim Persebaya semakin terlihat, akan segera dibenahi jelang mentas di event terdekat Piala Presiden 2026.
Satu yang menjadi catatan pihaknya adalah kurang maksimal memanfaatkan peluang.
"Saya pikir kami menciptakan peluang untuk mencetak empat atau lima gol lagi."
"Dan saya pikir kami bisa menciptakan lebih banyak peluang jika kami memberikan lebih banyak umpan ketika pemain menguasai bola," terangnya.
"Penting bagi kami, yang berlari dan tidak menguasai bola, untuk memberikan lebih banyak solusi bagi para pemain yang menguasai bola."
"Bola bisa dioper lebih cepat," tambahnya Bernardo Tavares.
Mengenai menurunnya fisik pemain di babak kedua, ia bisa memahami, karena tim baru berlatih bersama selama sepekan terakhir.
Pada uji coba perdana menyambut musim 2026/2027 ini, Bernardo Tavares memang memainkan semua pemainnya.
Tidak hanya pemain asing, tapi juga pemain lokal.
"Kami menampilkan banyak pemain, karena ini adalah salah satu target kami, saya ingin melihat siapa pemain yang memiliki kapasitas untuk bermain di bawah tekanan," terang Bernardo Tavares.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bonek dan Bonita."
"Anda datang dan mendukung tim, suasana yang fantastis, terima kasih," pungkas pelatih berusia 46 tahun itu.
Pemain Persebaya, Rachmat Irianto (Rian) tidak banyak komentar.
"Terima kasih Bonek dan Bonita atas dukungannya."
"Sebagai pemain, saya ingin meminta maaf dengan hasil ini, kami bisa belajar banyak," kata Rian.
"Dan kami akan memperbaikinya sebelum Presiden bergulir. Jadi ini adalah kesempatan bagus bagi tim untuk memperbaiki kekurangan," pungkasnya.
Baca juga: Rekam Jejak Mentereng Trio Brasil Rekrutan Baru Arema FC : Careca, Vinicius dan Gustavo Henrique