BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Empat tahun setelah resmi berdiri, SMK Negeri 1 Mantewe di Kabupaten Tanahbumbu masih menghadapi sejumlah kebutuhan dasar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Keterbatasan ruang kelas, ruang praktik, hingga tenaga pendidik menjadi catatan yang ditemukan Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan saat melakukan monitoring ke sekolah tersebut, Jumat (17/7/2026).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Alamsyah mengatakan fasilitas yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan sekolah yang dibangun untuk memperluas akses pendidikan vokasi di wilayah Mantewe.
“Kami mencatat bahwa sekolah ini masih menghadapi kendala kekurangan ruang kelas baru, ruang praktik atau laboratorium, hingga pemenuhan kuota tenaga pendidik yang ideal,” ujarnya.
Gusti Iskandar menyatakan, persoalan tersebut akan menjadi bahan pembahasan Komisi IV bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel agar dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan pemerintah daerah
Baca juga: BREAKING NEWS- Bus Tambang dan Minibus Pariwisata Tabrakan di Jorong Tanahlaut, 19 Orang Terluka
Baca juga: Lowongan Terbaru Bank BTN, Terbuka Bagi Lulusan S1, Cek Posisi Dibutuhkan Bank BUMN Ini
“Beberapa poin krusial ini menjadi catatan penting yang kami bawa dan kawal nantinya dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel,” katanya.
Ia menilai pemenuhan sarana dan sumber daya manusia penting dilakukan mengingat SMKN 1 Mentewe berdiri atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan akses pendidikan kejuruan lebih dekat.
“Kehadiran SMKN 1 Mentewe merupakan perwujudan harapan besar masyarakat sekitar. Kami optimistis sekolah ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah,” ucap politisi Partai Golkar tersebut.
SMKN 1 Mentewe merupakan sekolah menengah kejuruan negeri yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 1884.44/0480/KUM/2022 tertanggal 7 Juni 2022.
Pendirian sekolah ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat di wilayah penunjang yang menginginkan tersedianya pendidikan vokasi yang lebih mudah dijangkau.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)