TRIBUNBATAM.id - RSUP H Adam Malik, Medan, menerima jenazah Anton Simorangkir, salah satu dari empat korban jiwa dalam insiden kecelakaan beruntun di Sibolangit.
Kondisi korban saat dievakuasi sangat memprihatinkan akibat dampak fatal kecelakaan tersebut, di mana bagian kepala dan kaki kanannya terputus dari tubuh.
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad Anton dari lokasi kejadian dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.30 WIB untuk langsung dibawa ke fasilitas pemulasaraan.
Kepala Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RS Adam Malik, dr. Nasib Mangoloi Situmorang, menjelaskan bahwa kondisi korban mengalami trauma berat dengan beberapa bagian tubuh yang terpisah serta organ dalam yang keluar.
Saat ini, tim medis sedang bekerja untuk menyatukan kembali tubuh korban sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
Mengenai proses rekonstruksi tubuh korban, dr. Nasib menjelaskan kendala yang dihadapi:
"Hanya kesulitannya ada, yaitu untuk menyatukan kepalanya lagi, menyatukan kakinya lagi, memasukkan organ-organ tubuhnya lagi ke dalam kesulitannya ada," ujar dr. Nasib, Jumat (17/7/2026).
Hingga Jumat siang, RS Adam Malik baru menerima satu jenazah korban meninggal, sementara tiga korban tewas lainnya masih dalam proses pengantaran. Untuk korban luka-luka, sebanyak lima orang telah tiba di rumah sakit.
Pihak rumah sakit juga telah menyiagakan tim khusus untuk menangani proses pemulasaraan para korban yang akan datang.
"Kalau di Adam Malik ini forensiknya ada empat, siap di sini siaga. Dan kebetulan saya adalah kepala instalasi forensik dan pemulasaran jenazah rumah sakit Adam Malik. Dan kebetulan juga pada saat ini saya yang jaga."
Baca juga: Kecelakaan Maut di Sibolangit, Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Saat Jemput Anak Sekolah
Duka Mendalam Roma Sitinjak Kehilangan Anggota Keluarga
Suasana pilu terlihat jelas di area kamar jenazah RSUP H Adam Malik Medan pada Jumat (17/7/2026) malam.
Kerabat korban tampak berkumpul dengan wajah sembab menahan kesedihan, baik yang duduk di teras maupun yang sibuk berkoordinasi menggunakan telepon genggam.
Di lokasi yang sama, petugas Jasa Raharja juga terlihat mulai mendata para korban.
Salah satu potret kedukaan mendalam datang dari Roma Sitinjak (21). Ia tampak lunglai memikirkan nasib keluarganya yang menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Jamin Ginting KM 44-45, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat pagi.
Dalam musibah tersebut, Roma kehilangan kedua orang tuanya, Heppi Sitinjak (60) dan Dinaria Manik (60), serta sepupunya, Samsir Sitinjak (30).
Sementara itu, tiga anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka, yaitu kedua adiknya, Five Sitinjak (11) dan Gabe Roida Sitinjak (18), serta abangnya, Rinto Sitinjak (23).
Roma menjelaskan bahwa total ada enam anggota keluarganya yang berada di dalam mobil nahas tersebut.
Ia pertama kali mendengar kabar kecelakaan sekitar pukul 11.00 WIB dari temannya di Hill Park, tempatnya bekerja. Karena sedang libur, awalnya ia tidak terlalu menaruh curiga.
"Saya dapat informasi kecelakaan dari kawan, dia bilang, Roma tadi ada kecelakaan loh disini. parah sekali," kata Roma Sitinjak, di RS Adam Malik Medan, Jumat (17/7/2026).
Kekhawatiran Roma memuncak saat melihat rekaman video kecelakaan yang diunggah oleh temannya di media sosial.
Di dalam video, ia mengenali Pebrianto Siburian yang merupakan sopir mobil keluarganya dari Sidikalang menuju Medan. Panik, ia segera menghubungi keluarga lainnya.
Abang kandung Roma, Raden, yang tinggal di Namorambe langsung bergegas ke lokasi kejadian guna memastikan keadaan. Di sanalah kabar duka tersebut terkonfirmasi.
"Rupanya yang dapat informasi si Gabe dan si Five sudah dilarikan ke rumah sakit. Bang Raden bilang mamak dan bapak sudah gak ada di sini," katanya.
Baca juga: Sidang Perdana Kecelakaan Maut di Coastal Area Karimun, Galih Tertunduk Didakwa Pasal Berlapis
Kronologi Kecelakaan Beruntun
Berdasarkan data kepolisian, kecelakaan beruntun terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Jamin Ginting KM 44-45, Desa Suka Makmur, Sibolangit, tepatnya di depan Restoran Garuda Green Hill.
Insiden ini mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 8 orang luka-luka.
Polda Sumut melalui Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan menjelaskan bahwa malapetaka ini dipicu oleh sebuah truk bermuatan galon air mineral yang melintas dari arah Karo menuju Kota Medan.
Truk tersebut diduga mengalami kerusakan fungsi rem saat berada di jalan menurun, sehingga menghantam rangkaian kendaraan di depannya.
"Adanya truk bermuatan galon air mineral mengalami rem blong, yang melaju dari arah Tanah Karo menuju Medan dan menabrak 8 kendaran," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Jumat (17/7/2026).
Polisi juga telah mengonfirmasi identitas empat korban tewas dalam kejadian ini, yaitu Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir.
"Informasi yang kita dapatkan sementara, 4 orang meninggal dunia," kata Ferry Walintukan.
Kombes Ferry menambahkan bahwa tabrakan karambol yang terjadi pada pukul 10.30 WIB tersebut melibatkan total 9 kendaraan. Rincian kendaraan yang terlibat meliputi 1 truk besar, 2 unit truk colt diesel, 5 unit minibus, serta 1 sepeda motor.
Berikut identitas korban tewas dan luka:
Meninggal Dunia
Korban Luka
(TribunBatam.id)