Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pondok Pesantren Naqilul Qur'an Lit Tahfidz Wa Ta'dib memulai kegiatan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Pondok Pesantren itu beralamat di Jalan Raya Petir-Serang, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.
Pesantren tersebut dipimpin oleh Ustadz Muhammad Fadhila Azka.
Pimpinan Pondok Pesantren Naqilul Qur'an Lit Tahfidz Wa Ta'dib, Muhammad Fadhila Azka, menjelaskan nama Pondok Pesantren ini memiliki makna sebagai pembawa atau perantara transmisi ilmu.
"Kita mengharapkan santri di sini bisa mentransmisikan Al-Qur'an sebagai sebuah ilmu, sebagai sebuah pemahaman, dan juga sebagai akhlak yang bisa menjadi bagian daripada kehidupan mereka," ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Baca juga: Ketua DPRD Kota Serang Hadiri Wisuda Tahfidz dan Khotmil Qur’an ke-2 Ponpes Al Basyariah
Ia mengatakan visi pesantren adalah menjadi lembaga pendidikan yang menanamkan cara pandang Islam kepada para santri melalui pemahaman Al-Qur'an yang dihafalkan serta pembentukan adab.
"Visinya kami ingin menjadikan pesantren ini sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan cara pandang Islam kepada santrinya, dan juga pemahaman tentang Al-Qur'an yang dihafalkan dan kemudian adab," kata Fadhila Azka.
Fadhila Azka mengungkapkan tahun ajaran 2026/2027 merupakan angkatan pertama pesantren tersebut di Kota Serang.
Ia menyampaikan dalam pelaksanaan pendidikan, para santri tetap mengikuti pendidikan formal pada pagi hingga siang hari.
"Kalau di kita pagi sampai siang sekolah umum, jadi kita ingin juga santriwan dan santriwati itu berkembang intelektualitasnya, tetap memiliki ilmu-ilmu dunia," jelasnya.
Sementara itu, kegiatan kepesantrenan berlangsung mulai siang hingga malam dan dilanjutkan setelah Subuh dengan fokus pada hafalan Al-Qur'an serta pengkajian kitab-kitab ulama secara bertahap.
"Adapun setelah siang sampai subuh kegiatan pondok yaitu menghafal Al-Qur'an, dan juga penanaman cara pandang, cara berpikir sebagai seorang muslim yang dilakukan dengan pengkajian kitab-kitab para alim ulama yang berjenjang," tambah Fadhila Azka.
Saat ini, Pondok Pesantren Naqilul Qur'an Lit Tahfidz Wa Ta'dib fokus pada jenjang pendidikan setara SMP dan SMA.
Ke depan, pihaknya menargetkan pengembangan hingga mendirikan sekolah tinggi.
"Kalau rencana kami insya Allah inginnya menjadi sebuah sekolah tinggi nantinya. Jadi, ada sekolah tingginya," ungkapnya.
Fadhila Azka mengatakan pesantren belum membuka program beasiswa bagi calon santri.
"Untuk saat ini kita belum membuka beasiswa, tetapi ke depannya insya Allah ada orang tua asuhnya yang akan nanti juga menjadi pemberi dana untuk santriwan santriwati yang berprestasi," ujar Pimpinan Pondok Pesantren.
Selain itu, pesantren menyiapkan apresiasi bagi santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz selama menempuh pendidikan enam tahun.
"Kita akan memberikan uang tunai semacam beasiswa sebesar Rp3 juta rupiah bagi yang menyelesaikan hafalannya di sini," sambungnya.
Ia berharap Pondok Pesantren Naqilul Qur'an Lit Tahfidz Wa Ta'dib dapat berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi muslim berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki cara berpikir yang berlandaskan Al-Qur'an.
"Saya berdoa kepada Allah subhanahu wa taala, mudah-mudahan pesantren ini bisa menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan Islam yang bisa mencetak generasi muslim, yang memiliki cara berpikir yang sesuai dengan Al-Qur'an dan juga adab serta akhlak yang mulia," tutup Fadhila Azka.