TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapannya untuk segera mengoperasikan kembali layanan angkutan penyeberangan perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT agar pelayanan kembali dijalankan mulai Senin (20/7) besok.
Langkah cepat tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan kesinambungan layanan transportasi bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada moda penyeberangan.
Baca juga: Logistik Perintis Lumpuh, Bagaimana Nasib Program Strategis Nasional MBG dan KDMP?
ASDP menyambut baik arahan tersebut dan segera berkoordinasi dengan regulator untuk menyiapkan pengoperasian kembali layanan. Bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penyeberangan perintis merupakan akses vital yang menghubungkan mobilitas warga sekaligus menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok antarpulau.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menegaskan perseroan siap menindaklanjuti arahan pemerintah dengan memastikan seluruh aspek operasional dapat segera berjalan kembali.
"ASDP siap mengoperasikan kembali layanan penyeberangan perintis sesuai arahan pemerintah. Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya daerah 3T, layanan ini merupakan penghubung utama aktivitas sosial dan ekonomi. Kami bergerak cepat menyiapkan armada, sumber daya manusia, dan dukungan operasional agar masyarakat kembali memperoleh akses transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan," ujarnya
Heru menegaskan bahwa penyeberangan perintis bukan sekadar layanan transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok antarpulau.
Baca juga: Ditjen Perhubungan Udara Minta Tambahan Anggaran Rp 5,29 T untuk Rute Perintis
"Namun, kami tetap menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, BPTD Kelas II NTT, serta pemerintah daerah guna memastikan kesiapan operasional apabila layanan kembali ditugaskan," ujarnya.
Adapun layanan yang akan kembali dioperasikan mencakup sejumlah lintasan penyeberangan perintis di wilayah kerja ASDP Cabang Kupang dan Cabang Sape. Di Cabang Kupang, KMP Ile Mandiri akan melayani lintasan Larantuka–Solor, Solor–Lewoleba, Adonara (Deri)–Baranusa, Baranusa–Bakalang, dan Bakalang–Kalabahi. KMP Uma Kalada yang akan beroperasi kembali pada lintasan Raijua–Sabu dan Waingapu–Raijua, karena saat ini juga masih terkendala cuaca ekstrim.
Selanjutnya, KMP Ile Ape melayani lintasan Kewapante–Palue, Palue–Marapokot, Kewapante–Pemana, dan Kewapante–Pulau Besar. KMP Namparnos akan melayani lintasan Kalabahi–Pulau Pura, Pulau Pura–Teluk Gurita, dan Teluk Gurita–Maritaing.
Sementara itu, di Cabang Sape, KMP Komodo akan kembali melayani lintasan Labuan Bajo–Pulau Rinca, sedangkan KMP Cucut akan mengoperasikan lintasan Labuan Bajo–Waingapu.
Baca juga: DPR Minta TNI Perkuat Pengamanan Penerbangan Perintis Usai Kejadian KKB Bakar Pesawat di Yahukimo
Ia mengatakan, sesuai arahan pimpinan, ASDP memastikan seluruh aspek kesiapan operasional, mulai dari armada, awak kapal, hingga dukungan pelayanan di pelabuhan telah disiapkan sesuai ketentuan regulator sehingga proses pengoperasian kembali dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan andal.
Sebagai BUMN transportasi yang mendapat penugasan pemerintah, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang selamat, aman, nyaman, dan andal, sekaligus memastikan aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan tetap terjaga. Bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan, ASDP akan terus mendukung terwujudnya konektivitas nasional yang inklusif dan berkelanjutan.