TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sebanyak 12 kelompok teater mengikuti Festival Teater Bocah 2026 di Kabupaten Batang.
Mereka berasal dari 12 Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan se-kabupaten tersebut.
Panggung Pendapa Kabupaten Batang dipenuhi semangat dan keberanian para siswa Sekolah Dasar (SD) dalam Festival Teater Bocah 2026, Sabtu (18/7/2026).
Festival tersebut untuk kali pertama digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang.
Di balik pertunjukan seni, festival ini menjadi langkah awal membangun karakter anak sekaligus menumbuhkan regenerasi pelaku seni teater sejak usia dini.
Meski sebagian besar baru kali pertama naik panggung, para peserta mampu menampilkan akting yang memikat dan mendapat apresiasi dari para penonton.
Salah satu peserta, Teater Bintang dari Korwil Banyuputih, membuktikan bahwa keterbatasan pengalaman bukan menjadi penghalang untuk tampil maksimal.
Manda (12) dan Nayla (11), siswi kelas VI SD yang baru pertama kali bermain teater, sukses membawakan kisah dua penari sintren dengan karakter yang bertolak belakang.
Manda memerankan tokoh antagonis bernama Sari, sedangkan Nayla memainkan karakter protagonis.
Keduanya mengaku sempat kesulitan menghafal dialog saat latihan, namun berkat latihan rutin setiap malam akhirnya mampu tampil percaya diri di hadapan penonton.
Ketua Panitia Festival Teater Bocah 2026, Ahmad Saiful Muluq mengatakan, penyelenggaraan festival ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga iklim seni pertunjukan di Batang sekaligus membangun karakter generasi muda melalui media teater.
"Fokus kami saat ini adalah menjaga konsistensi pelajar SD agar tetap mengenal dan mencintai dunia teater,” kata Saiful kepada Tribun Jateng, Minggu (19/7/2026).
“Harapan kami, pembentukan karakter melalui seni ini bisa terus berjalan dan berkembang," sambungnya.
Saiful mengakui, proses seleksi peserta di setiap korwil tidak mudah karena seluruh kelompok yang tampil merupakan hasil penyaringan untuk mewakili wilayahnya masing-masing.
Bentuk karakter
Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo menilai, seni teater tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga membentuk karakter, empati, disiplin, dan kemampuan bekerja sama.
"Luar biasa mereka mampu membawakan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh. Bahkan ada karakter guru SD yang diperankan dengan sangat baik oleh siswi kelas enam,” kata Bambang.
“Ini menunjukkan teater menjadi media yang efektif untuk membentuk karakter positif anak," sambungnya.
Menurut Bambang, pengalaman tampil di atas panggung menjadi bekal penting bagi anak untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Dia pun berpesan, agar para peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama.
"Ketika sudah berada di atas panggung, jangan minder. Bermainlah sebaik mungkin, bukan karena ingin menang, tetapi tampilkan kemampuan terbaik," tegasnya.
Melihat tingginya antusiasme peserta, Disdikbud membuka peluang Festival Teater Bocah menjadi agenda rutin tahunan.
Bahkan, ajang tersebut diproyeksikan dapat disinergikan dengan Festival Drama Pelajar (FDP) sehingga memberikan ruang pembinaan berjenjang bagi talenta seni di Kabupaten Batang. (Tito Isna Utama)