Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Jambi memfasilitasi puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) nonton bareng (nobar) partai final Piala Dunia 2026.
"Kegiatan nonton bersama ini merupakan bentuk silaturahmi, kita ingin hubungan antara petugas dan warga binaan tetap terjaga dengan baik," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak M. Askari Utomo di Muara Sabak, Senin.
Ia menjelaskan, pertandingan sepak bola terlebih laga Piala Dunia merupakan tontonan yang paling digemari oleh masyarakat termasuk warga binaan.
Untuk itu, pihaknya sengaja mengadakan nobar di lingkungan dalam lapas supaya warga binaan merasakan kebahagiaan (euforia) terlebih kompetisi tersebut sudah memasuki babak final untuk memperebutkan gelar juara antara tim nasional Spanyol melawan Argentina.
Kasubsi Registrasi Pembinaan Kemasyarakatan Haidar Meshvara Sahid menambahkan, kegiatan nobar piala dunia ini merupakan bentuk pemenuhan hak rekreasional yang bertujuan untuk mendukung kesejahteraan fisik dan mental melalui kegiatan nonformal seperti yang didapatkan WBP hari ini.
Hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan pada Pasal 9 huruf c yang menegaskan narapidana berhak mendapatkan kegiatan rekreasional.
Haidar menjelaskan, sebanyak 21 warga binaan mengikuti nonton bareng. Mereka yang mengikuti kegiatan ini merupakan WBP dengan tingkat risiko menengah ke bawah.
"Kita pilih yang tingkat risikonya menengah ke bawah, ini (nobar) merupakan bagian hak dasar, pembinaan kemandirian. Dilihat kondisi aman, maka diputuskan kita buat acara ini," ungkapnya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) A. Yudhistira Hadiyan Pratama memastikan selama nobar berlangsung penjagaan di lapas tetap berjalan seperti biasa.
WBP yang hadir dipastikan mendapat pengawasan dari regu keamanan dan petugas lainnya. Apalagi 21 warga binaan yang ikut nonton telah menjalani sidang resmi dari tim pengamat pemasyarakatan (sidang TPP).
"Tetap dalam pendampingan petugas, mereka yang nonton umumnya tahanan pendamping (tamping), atau kategori risiko rendah," jelas Yudhistira.
Salah satu warga binaan peserta nobar IN (56) mengaku senang menerima undangan nonton bersama pegawai lapas.
Menurut dia, acara seperti ini setidaknya memberikan hiburan tersendiri bagi dia dan teman-teman sesama warga binaan.
"Senang kami dapat hiburan, puas nontonnya karena layarnya lebar. Paling tidak bisa membuang jenuh dan bisa bersilaturahmi dengan petugas," ungkapnya.





