Bela Febrie Adriansyah, Hotman Paris Dicap Pencitraan oleh Anak Sulungnya
Muhammad Ridho July 20, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Putra Hotman Paris, Frank Hutapea tampaknya begitu melihat sang ayah membela eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Padahal sebelumnya Hotman Paris terang-terangan memuji keberanian penggeledahan 13 lokasi oleh Polri termasuk di rumah Febrie Adriansyah.

Sindiran demi sindiran pun dilontarkan Frank lewat akun Instagram pribadinya.

Frank tampak menjawab cuitan netizen dengan menyebut ayahnya terlalu banyak pencitraan.

Bahkan yang lebih mengejutkan, Frank blak-blakan menuding ayahnya tela mengambil uang angpao pernikahan adiknya, Fritz Hutapea.

Diketahui, Pekan lalu Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah 13 lokasi.

Mulai dari kafe De Clan Cipete Jakarta, sampai rumah pribadi Febrie Adriansyah di Sentul, Kabupaten Bogor.

Petugas menemukan 74 kilogram emas batang serta uang ratusan miliar dari berbagai negara.

Kemudian polisi menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka.

Kasus Febrie Adriansyah lantas diserahkan ke Kejagung.

Atas proses tersebut, Hotman Paris awalnya memberi pujian.

"Hotman Paris mengucapkan atas ketegasan bapak Presiden dalam kasus Jampidsus, karena tidak mungkin operasi besar-besaran tersebut dilakukan oleh polisi tanpa ada restu dari bapak presiden dan akhirnya membuahkan hasil yang sangat besar. Bravo. Bravo. Hebat Bapak Prabowo," kata Hotman di akun Instagramnya.

Baca juga: Hotman Paris Dinilai Rendahkan Wartawan Usai Ucapkan Lu Punya Otak Nggak

Dia mengatakan bahwa penyelidikan dan penggeledahan yang dilakukan polisi pasti atas izin Presiden Prabowo Subianto.

"Hal ini tidak pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya justru Bapak Prabowo lah yang membuka mata kita betapa parahnya keadaan negara kita, kerugian negara, dan ratusan BUMN dan BUMD. Bapak Prabowo lah yang berhasil membongkarnya," katanya.

Kini ucapan tersebut justru berbalik.

Hotman Paris sekarang menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah.

Dia mengatakan bahwa Febrie Adriansyah merupakan kebanggaan yang sudah menyelamatan uang negara.

Kini menurutnya polisi justru melakukan kriminalisasi terhadap kliennya.

"Bayangin, orang yang kebanggaannya presiden tiba-tiba dikriminalisasi bahkan tanpa pamit sama presiden. Karena waktu saya di Singapura saya bikin akun bahwa enggak mungkin presiden enggak tahu, ternyata gak," kata Hotman Paris saat dampingi Febrie di Kejagung, Jumat (17/7/2026).

Hotman Paris mengatakan Febrie Adriansyah memiliki banyak prestasi yang membuat Presiden Prabowo Subianto bangga.

Satu di antaranya yaitu pengembalian aset triliunan lewat Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

"Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo karena dengan dia, dia mendapatkan negara mendapatkan sebagai Satgas PKH Rp300 triliun kemudian dalam satu tahun. Kemudian, pengembalian kerugian negara dapat Rp130 triliun sudah Rp430 triliun kembali, dibanggakan oleh Presiden," katanya.

Hotman Paris Siap Ambil Risiko Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

Bahkan Hotman mengaku tidak berharap mendapat bayaran dari Febrie Adriansyah dalam penampingan di kasus tersebut.

"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal, saya bayarannya super mahal di Indonesia," katanya.

Hotman pun enggan dicap mencari muka pada Febrie Adriansyah.

"Jangan tanya saya cari muka. Saya tidak butuh uang lagi. Dan semua klien saya konglomerat, tanya semuanya. Perkara bisnis di Singapura, gua yang pegang kalau di Indonesia," katanya.

Hotman merasa tindakannya ini akan dipertanyakan oleh pengikutnya di media sosial. 

Namun, dia menegaskan siap ambil risiko terkait keputusannya menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah. 

"Bagi followers saya yang merasa 'kok Hotman jadi begini', yang semula 99 persen jadi followers saya, silakan, gua ambil risiko itu, tapi dimana logikanya seorang bawahan presiden justru mentersangkakan dan mempermalukan bawahan lain yang adalah kebanggaan Presiden. Yang telah mengembalikan uang negara 430 triliun dengan cara seperti ini. Anda jawab sendiri ada apa?" katanya.

Selain itu, Hotman menyebut, polisi tidak meminta izin kepada Presiden Prabowo saat menetapkan Febrie sebagai tersangka.

"Yang paling penting kalian bertanya, kalau anda punya nyali bertanya, tanya kepada Kapolri 'hei kenapa enggak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan itu terhadap tangan kanan dari yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo?'. Tanya, saya baru tahu tidak ada izin," kata dia.

Hotman Paris Dicap Pencitraan oleh Anak Sulungnya

Keluarga pengacara kondang Hotman Paris tuai sorotan di kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini ditangani Kejagung.

Hubungan ayah dengan anak sulungnya, Hotman Paris dan Frank Alexander Hutapea kini memanas.

Frank Alexander Hutapea jadi sorotan setelah melayangkan protes keras secara terbuka kepada ayahnya.

Secara terang-terangan Frank Alexander Hutapea meluapkan kemarahan dan kekecewaannya di media sosial setelah sang ayah resmi menjadi kuasa hukum tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Frank Alexander Hutapea juga menyentil sikap Hotman Paris yang mengaku tidak mengharapkan bayaran dari Febrie Adriansyah, yang menurutnya hanya pencitraan

Melalui akun Instagram pribadinya @frankalexand3r pada Jumat (18/7/2026), Frank membagikan ulang sebuah narasi yang menyentil sikap Hotman Paris.

Ia mengkritik sang ayah yang mengaku tidak mengharapkan bayaran, namun tetap tergiur mengambil kasus megakorupsi tersebut.

"Halah kebanyakan pencitraan," tulis Frank dalam unggahan cerita Instagram-nya, dikutip dari Tribunsumsel.com.'

Hotman 911 Ikut-ikutan Kena Sentil

Tidak hanya menyerang personal sang ayah, Frank juga meluapkan kemarahannya terhadap program bantuan hukum gratis @hotman911official yang selama ini dibanggakan Hotman.

Sebagai sesama praktisi hukum, Frank menilai akun bermotto "Pengais Keadilan" tersebut sudah melenceng jauh dari esensi kemanusiaan.

Menurutnya, program Hotman 911 kini hanya dijadikan alat pemasaran terselubung untuk bisnis tempat hiburan malam milik ayahnya.

"Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care about being center of attention (Dia tidak pernah benar-benar peduli untuk menjadi pusat perhatian)," tulisnya.

Frank bahkan mendesak agar program bantuan hukum untuk masyarakat menengah ke bawah itu segera dibubarkan.

"Tutup aja ini IG pengais keadilan. Marketing ala-ala buat jualan alcohol di Holywings. Lebih hina dari hina," tegas Frank.

Sebelum perseteruan ini mencuat, hubungan keluarga ini memang dikabarkan sempat renggang. Anak-anak Hotman Paris (Frank, Felicia, dan Fritz Hutapea) bahkan pernah dirumorkan berhenti mengikuti (unfollow) akun Instagram sang ayah.

Sebagai informasi, Febrie Adriansyah telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri. Ia diduga terlibat dalam tiga klaster kasus besar, yaitu: Korupsi komoditas batu bara, korupsi PT ASABRI, dugaan penyelewengan di PT Krakatau Steel.

Profil Frank Alexander Hutapea

Frank Alexander Hutapea lahir pada tahun 1991.

Ia merupakan putra sulung dari pasangan Hotman Paris Hutapea dan Agustianne Marbun.

Frank Alexander Hutapea adalah kakak tertua dari dua adiknya, yakni Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Paris Junior Hutapea.

Mengikuti jejak sang ayah di dunia hukum, Frank menempuh pendidikan tinggi di University of Kent, London.

Ia berhasil meraih gelar LLB (Bachelor of Laws) dari fakultas hukum bergengsi di Inggris tersebut.

Sebagai seorang advokat muda, Frank memiliki pengalaman kerja yang solid di firma hukum papan atas sebelum akhirnya mandiri.

Karier Frank kini tidak hanya terbatas di ruang sidang swasta.

Saat ini, Frank Alexander Hutapea telah resmi mengemban amanah di lingkungan pemerintahan.

Ia tercatat menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pengurus Nasional (DPN).

Di posisi strategis ini, Frank bersanding dengan tokoh-tokoh kompeten lainnya, seperti putra dari budayawan Cak Nun, Sabrang Damar Panuluh, B.Math, B.Sc (Noe Letto), serta Dr. Ir. Jupriyanto.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.