BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Proses perbaikan Jalan Veteran di Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasim, Kalimantan Selatan, terus berlangsung.
Namun, pemasangan cerucuk galam di sisi sungai memunculkan kekhawatiran sejumlah warga yang menilai metode tersebut berpotensi membuat kerusakan kembali terulang.
Pantauan Banjarmasin Post, Senin (20/7/2026), badan jalan yang sebelumnya ambles telah dibongkar.
Puluhan batang cerucuk galam dipasang di sepanjang tepian sungai sebagai bagian dari tahapan perkuatan sebelum badan jalan ditimbun dan diaspal kembali.
Sejumlah warga mempertanyakan penggunaan material tersebut, karena ruas jalan penghubung Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar itu susah beberapa kali mengalami kerusakan di titik yang sama.
Baca juga: Pengendara Dialihkan ke Jalur Alternatif, Hindari Titik Ambles Jalan Veteran Banjarmasin
Baca juga: Pasca Ambles, Jalan Veteran Sungai Lulut Banjarmasin Bakal Ditutup Sementara
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinaa PUPR Kalsel, Robby Cahyadi menegaskan metode yang digunakan bukan dipilih secara sembarangan.
“Ini merupakan metode yang sudah dianalisis oleh para ahli dari tim konsultan kami. Bukan perkiraan dari orang awam tentang ilmu sipil, terutama kestabilan tanah,” ujarnya.
Menurut Robby, metode penanganan juga disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.
Pasalnya, pekerjaan ini merupakan penanganan darurat yang sebelumnya tidak masuk dalam perencanaan APBD.
Alhasil, pemerintah provinsi harus memilih metode yang tetap memenuhi aspek teknis dan tidak menyalahi ketentuan penganggaran.
“Serta memperimbangkan pagu anggaran yang tersedia untuk tahun ini terkait penanganan darurat yang tidak teranggarkan sebelumnya. Sehingga dalam penganggaran tidak menyalahi aturan,” katanya.
Dinas PUPR Kalsel sebelumnya mengakui bahwa pekerjaan yang saat ini dilakukan belum merupakan solusi pernanen.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib mengatakan penanganan yang selama ini dilakukan di ruas Jalan Veteran pada dasarnya hanya bertujuan menjaga fungsi jalan agar tetap bisa dilalui masyarakat.
Menurutnya, penyebab utama kerusakan diduga berasal dari berkurangnya dukungan tanah di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan sungai akibat erosi tebing sungai.
“Karena penyebab utama penurunan belum ditangani secara menyeluruh, kerusakan berpotensi muncul kembali,” ujar Yasin.
Ia menjelaskan, penanganan permanen sebenarnya telah lama dipertimbangkan, antara lain melalui pembangunan pile slab maupun dinding penahan tanah (DPT) di sisi sungai.
Namun, pelaksanaannya masih terkendala padatnya permukiman di bantaran sungai, keterbatasan ruang kerja, tingginya volume lalu lintas, hingga kebutuhan pembebasan lahan.
Saat ini, PUPR juga masih melakukan investigasi geoteknik untuk mengetahui kondisi tanah dasar dan menentukan metode penanganan permanen yang paling sesuai. Kajian tersebut mencakup survei visual, pemetaan retakan, pengujian struktur perkerasan, hingga penyelidikan tanah apabila diperlukan.
Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar penyusunan desain penanganan permanen, termasuk kemungkinan penggunaan geotekstil atau geogrid untuk memperkuat tanah, serta pembangunan struktur pengaman tebing sungai seperti sheet pile, bronjong, atau dinding penahan tanah apabila terbukti terjadi ketidakstabilan lereng sungai.
Sementara menunggu hasil kajian tersebut, pemerintah tetap melanjutkan penanganan darurat agar ruas Jalan Veteran dapat kembali difungsikan dan mobilitas masyarakat di jalur penghubung Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar tidak terganggu lebih lama.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)