Aktivitas Warga Normal, Titik Bentrokan Maut di Pegangsaan Jakpus Masih Dijaga Petugas Keamanan
Irwan Wahyu Kintoko July 28, 2026 01:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jalan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, yang jadi titik bentrokan maut antarkelompok warga terpantau masih dijaga aparat keamanan, Selasa (28/7/2026).

Penjagaan tetap dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif, meskipun dua kelompok warga yang sebelumnya terlibat bentrokan maut telah sepakat untuk berdamai.

Sejumlah kendaraan operasional dan truk pengangkut personel kepolisian dari Korps Brimob disiagakan dan terparkir berjejer memakan sebagian bahu jalan.

Beberapa personel kepolisian maupun TNI berseragam juga bersiaga di sekitar deretan truk taktis tersebut.

Baca juga: Dimediasi Polisi, Perwakilan Warga dan Keluarga Korban Bentrokan di Pegangsaan Jakpus Sepakat Damai

Selain pengerahan pasukan dari kepolisian, aparat TNI juga disiagakan untuk membantu pengamanan.

Truk militer hijau bertuliskan 'Yon Arhanud' juga diparkir di tepi jalan di samping Masjid Jami' Matraman.

Sementara, kendaraan motor milik Korps Brimob juga terparkir berjajar di depan Masjid Jami' Matraman.

Di samping kendaraan-kendaraan milik aparat penegak hukum, tampak pula satu unit armada water cannon milik TNI AD yang disiagakan di sekitar lokasi tersebut.

Baca juga: Berduka atas Bentrokan Maut di Tambak Jakarta Pusat, Pramono Anung Minta Warga Tidak Terprovokasi

Meski truk Brimob dan TNI masih berjajar di sepanjang Jalan Matraman Dalam, kehidupan dan aktivitas warga kembali berangsur normal.

Arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau ramai dan mengalir lancar.

Warung-warung UMKM yang sebelumnya tutup kini mulai kembali beroperasi usai bentrokan.

Baca juga: Gerobak Pedagang Nasi Uduk yang Rusak saat Bentrokan Warga di Pegangsaan Jakarta Pusat Diganti Baru

Keributan bermula ketika dua orang yang mengendarai motor melintas di depan gerobak pedagang nasi uduk bernama Rusdi sambil menggeber kendaraannya.

Suara bising dari knalpot motor itu membuat pedagang dan warga menegur kedua pengendara tersebut.

Kelompok tersebut kembali sambil membawa beberapa rekannya dan mengamuk hingga membakar gerobak nasi uduk.

Tak terima, kelompok warga lainnya mendatangi kelompok perusuh tadi dan bentrokan pun terjadi.

Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Penyerangan Restoran di Lokasi Bentrokan Dua Kelompok di Menteng Jakarta Pusat

Polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dengan dua klaster berbeda.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, dua klaster itu meliputi kasus perusakan gerobak pedagang nasi uduk di Jalan Matraman Dalam dan pengeroyokan yang berujung tewasnya satu orang berinisial K (23).

Klaster tindak pidana pertama yang dimaksud adalah awal penyebab terjadinya bentrokan, yaitu perusakan gerobak nasi uduk milik warga di Jalan Menteng Dalam, tepatnya di samping Masjid Jami' Matraman.

Dalam klaster ini, polisi menetapkan empat orang tersangka berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Tambak Matraman, ini Perannya

Klaster kedua adalah kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pria berinisial K tewas dan satu lainnya berinisial DS kritis.

Berbeda dengan klaster pertama, tersangka pada klaster pengeroyokan ini berasal dari pihak warga setempat dengan inisial SK, AS, dan OR.

Namun, pada Senin malam, kedua pihak sudah melakukan mediasi dan berujung pada kesepakatan untuk berdamai.

"Kami sudah berdamai dengan perwakilan dari pihak yang telah meninggal dunia," kata Ketua RT 08 RW 04 Pegangsaan, Ica Risanggeni, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Ica mengimbau agar masyarakat tidak khawatir dan tetap melanjutkan aktivitas masing-masing.

 

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.