SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengusulkan rehabilitasi Jalan Rajasa melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah setelah usulan serupa pada tahun lalu belum berhasil memperoleh pendanaan.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, mengatakan usulan rehabilitasi Jalan Rajasa telah lolos verifikasi di tingkat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur.
Saat ini, proses verifikasi berlanjut di Kementerian Pekerjaan Umum.
"Kami mendapat informasi bahwa di tingkat balai usulan Kota Malang sudah lolos verifikasi. Sekarang prosesnya ada di kementerian. Mudah-mudahan bisa lolos sehingga ada potensi bantuan sekitar Rp7 miliar dari Program Inpres Jalan Daerah," ujar Dandung, Senin (20/7/2026).
Baca juga: Perkuat Pengawasan, Inspektorat Kota Batu Luncurkan Aplikasi Digital E-Audit dan E-Konsultasi
Menurutnya, ruas yang diajukan membentang mulai sisi timur jembatan di Jalan Rajasa hingga Simpang Tiga Jalan Mayjen Sungkono.
Panjang ruas sekitar 700 meter, namun karena mencakup jalan kembar di kedua sisi, total penanganan mencapai sekitar 1,8 kilometer.
Rehabilitasi akan dilakukan dengan metode overlay atau pelapisan ulang aspal.
Awalnya, Pemkot Malang mengusulkan dua lapis pengerasan, namun berdasarkan hasil penilaian teknis, kementerian hanya merekomendasikan pelapisan satu lapis setebal sekitar 4 sentimeter karena kondisi jalan dinilai masih cukup baik.
"Kami sebenarnya mengusulkan dua lapis, tetapi berdasarkan penilaian kondisi jalan, nanti hanya dilakukan overlay satu lapis. Itu berlaku untuk kedua sisi jalan," katanya.
Baca juga: Hampir 100 Hektare Hutan Tahura R Soerjo Mojokerto Hangus, Api Berhasil Dijinakkan di Gunung Biru
Dandung mengakui persaingan memperoleh bantuan Inpres Jalan Daerah cukup ketat karena harus bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
"Tahun lalu kami juga mengusulkan Jalan Rajasa, tetapi belum lolos karena kalah bersaing dengan daerah lain. Tahun ini kami coba ajukan lagi," ujarnya.
Selain mengusulkan Jalan Rajasa, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) juga memprioritaskan penanganan ruas jalan dengan kondisi rusak berat, salah satunya di kawasan Jalan Taman Selamet.
"Yang kami prioritaskan saat ini adalah ruas jalan yang rusak berat di Jalan Taman Selamet. Kondisinya sudah tidak bisa ditambal lagi sehingga harus dilakukan overlay atau pengaspalan ulang," kata Dandung.
Sementara itu, pembangunan akses di kawasan Pasar Gadang yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) tetap berjalan sesuai jadwal.
Baca juga: 3 Spot Lari yang Lagi Hits di Malang Raya: Ekstremnya Gunung Batu hingga Kulineran di Kanjuruhan
Dandung memastikan hingga kini progres pekerjaan masih berada di atas target.
"Kami terus evaluasi agar pekerjaan tidak berhenti. Kalau ada titik yang bisa dikerjakan, tetap kami kerjakan. Alhamdulillah progresnya masih plus, masih di atas target atau on track," ujarnya.
Dandung menambahkan, pembahasan terkait status aset maupun lahan di kawasan pasar berada di luar kewenangan DPUPRPKP karena menjadi ranah organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola pasar.
DPUPRPKP hanya menangani pekerjaan yang berada pada ruang milik jalan.
Sholeh, warga Kelurahan Arjowinangun berpendapat Jalan Rajasa tidak terlalu rusak, namun kondisi jalan bergelombang, dan di beberapa tempat memang ada kerusakan jalan, namun menurutnya tidak terlalu parah.
“Memang jalannya bergelombang, kalau rusak parah sih tidak,” terang Sholeh.
Sholeh sering memilih Jalan Mayjen Sungkono jika berangkat kerja, karena tidak mau memilih Jalan Rajasa yang kondisinya bergelombang.
“Apalagi di depan ada Pasar Gadang yang sering macet. Jadi saya pilih Jalan Mayjen Sungkono. Kecuali jika ada hal yang mendesak,” terangnya.
Ditanya tentang rencana perbaikan jalan, Sholeh berharap perbaikan tidak hanya soal kondisi jalan, tetapi juga fasilitas penunjang lainnya. Kondisi taman di bagian tengah jalan menurutnya juga perlu dipercantik.
Kemudian kondisi pedestrian juga perlu diperbaiki.
Bagi Sholeh, pepohonan yang rindang di Jalan Rajasa sudah sangat memungkinkan orang berjalan kaki di trotoar karena tidak langsung terkena terik matahari.