Setelah Diumumkan, 12 Peserta Lomba Karya Tulis SAAF-Babasal Mombasa Dapat Pendampingan
Regina Goldie July 20, 2026 03:24 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Lomba menulis esai dan reportase digelar Yayasan Syukuran Aminuddin Amir Foundation (SAAF) dan Babasal Mombasa.

Sebanyak 12 penulis terbaik telah diumumkan, Kamis (14/7/2026).

Tahapan lomba menulis esai dan reportase telah berlangsung sejak Senin (18/5/2026).

Kemudian pengumpulan karya Senin (13/7/2026). 

Dari hasil penjurian, 12 karya tulis dinilai terbaik dari total 35 yang terkumpul.

Dewan Juri melanjutkan ke tahapan pendampingan di ruang pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Banggai, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/7/2026). 

Baca juga: Bunda Literasi Sigi Ajak Masyarakat Dokumentasikan Budaya Lokal Melalui Karya Tulis

Reza Nufa, Dewan Juri lomba menulis esai dan reportase mengatakan, pengumuman akan dilakukan setelah pendampingan dan revisi karya tulis.

"Sebaran peserta sudah mencakup Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut," tutur Pemimpin Redaksi Penerbut Basa Basi itu.

Lomba ini bagian dari upaya SAAF untuk memberi jejak lewat catatan-catatan dari tiga Banggai bersaudara.

Anggota DPD RI Andika Mayrizal Amir turut menginisiasi lomba menulis esai dan reportase.

Ama Gaspar yang juga Dewan Juri lomba menulis esai dan reportase menuturkan, 12 karya ini memiliki topik menarik dan beragam.

"Juga merawat ingatan kita ke depan tentang Banggai bersaudara di masa lampau," ujarnya.

Dari 12 karya tulis, Lady Diana Khartiono yang juga akademisi perikanan menulis tentang Banggai Cardinal Fish.

Baca juga: Dinas Perpustakaan Sigi Gelar Bimtek Kepenulisan, Dorong Lahirnya Karya Tulis Berbasis Budaya Lokal

Sementara Haris Ladici menuangkan pengamatannya selama 20 tahun meliput Kabupaten Banggai, khususnya Luwuk sebagai pusat bisnis dan pemerintahan.

Tak kalah menarik tulisan Sardian tentang jejak abrasi di Desa Lipulalongo, Kecamatan Labobo, Kabupaten Banggai Laut.

Ada juga tulisan Enda Alwarits yang melihat pentingnya identitas daerah pada bangunan infrastruktur.

Ama menyebutkan, tulisan-tulisan ini menjadi catatan bagi generasi mendatang tentang perkembangan dan dinamika Banggai bersaudara.

Babasal Mombasa memastikan selalu berkomitmen pada tiap kerja-kerja kolaborasi, terutama literasi, sastra, dan kebudayaan. 

Termasuk kerja kolaborasi bersama SAAF untuk Catatan Kecil dari Banggai. 

Sebuah kolaborasi yang memastikan narasi Banggai Bersaudara dari berbagai sudut pandang tidak hanya tercatat tetapi juga menjadi arsip dan data penting di masa depan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.