Bos INPEX Ungkap Alasan Proyek Ini Bernama ABADI, Blok Masela Disiapkan Penopang Energi Indo-Pasifik
Mesya Marasabessy July 20, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Di balik dimulainya pembangunan fisik Proyek LNG Abadi Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tersimpan pesan besar yang ingin disampaikan operator proyek, INPEX Corporation. 

President Director &  CEP INPEX, Takayuki Ueda, mengungkapkan nama ABADI bukan sekedar identitas lapangan gas raksasa tersebut. 

Nama itu dipilih sebagai simbol harapan agar proyek ini mampu menjadi pemasok energi yang berkelanjutan bagi Indonesia dan kawasan Indo-Pasifik selama puluhan tahun ke depan. 

Menurut Ueda, setelah melewati perjalanan panjang sejak penemuan cadangan gas di Laut Arafura hingga akhirnya memasuki tahap konstruksi, Blok Masela kini memasuki fase yang menentukan. 

“Melalui penyediaan energi, proyek ini sangat penting dan berkontribusi pada keamanan energi di Jepang dan seluruh kawasan Indo Pasifik. Proyek ini diberi nama ABADI dengan harapan agar terus memenuhi peran ini selama bertahun tahun yang akan datang, “ ujar wedeh.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Lapangan Abadi tidak hanya diposisikan sebagai proyek strategis bagi Indonesia, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi regional. 

Gas Masela porsi produksinya sebesar 60 % minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 % maksimal untuk diekspor. 

Tentu pembagian ini, di tengah meningkatnya kebutuhan energi dunia dan dorongan menuju transisi energi yang lebih bersih, gas alam cair (LNG) masih dipandang sebagai energi transisi yang berperan penting dalam mengurai transisi dibandingkan bahan bakar fosil lainnya.

Baca juga: Kejari SBT Dampingi Dinas Kesehatan, Pastikan Program Berjalan Sesuai Aturan dan Minim Risiko Hukum

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 130 Liter Sopi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Karena itu, kehadiran LNG Abadi dinilai akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri LNG global. 

Bagi INPEX, keberhasilan memasuki tahap konstruksi merupakan hasil dari kolaborasi panjang antara pemerintah Indonesia, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat kepulauan Tanimbar, dan seluruh mitra yang selama ini mengawal proyek tersebut. 

Ueda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan sehingga proyek yang sempat mengalami berbagai dinamika selama lebih dari dua dekade akhirnya mulai dibangun. 

Dinilai mulainya konstruksi bukan sekedar pencapaian perusahaan, tetapi juga menjadi sinyal bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi energi berskala global.

Diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela sendiri merupakan lapangan gas Laut Dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia. 

Lokasinya berada kurang lebih 180 km lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter.

Sisi Selatan Blok Masela beririsan dengan perbatasan wilayah laut Indonesia-Australia dengan letak Blok seluruhnya berada di wilayah Indonesia. 

Blok Masela diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 20,95 miliar atau sekitar Rp. 376 triliun (kurs Rp. 17.950).

Proyek ini dikembangkan oleh konsorsium yang dipimpin INPEX bersama PT. Pertamina Hulu Energi dan PETRONAS melalui skema produksi gas alam cair (LNG), gas pipa, serta penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

Dengan besaran kepentingan yang dimiliki yakni, INPEX Masela, Ltd 65,0 persen, Pertamina 20,0 persen, Petronas 15,0 persen. 

Jenis kontrak pembagian bagi hasil produksi hingga 15 November 2055. 

Lapangan dengan cadangan gas terbesar di Indonesia ini direncanakan menghasilkan 9,5 Juta Ton per Tahun (MTPA) LNG, 150 Juta Kaki Kubik Standar per Hari (MMSCFD) gas pipa, dan 35.000 barel/hari kondensat. 

Konsep pengembangan lapangan hijau yang kompleks mencakup sistem pengeboran dan produksi bawah laut, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pipa gas ekspor sekitar 175 km dan Kilang LNG darat. 

Blok Masela direncanakan menghasilkan LNG bersih melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung keberlanjutan di era transisi energi. 

Proses Groundbreaking Proyek Abadi Blok Masela telah berlangsung pada Kamis 16 Juli 2026 dan dihadiri langsung di Desa Lermatang, KKT, ialah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, KSP Dudung, dan sejumlah pejabat lainnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.