BANJARMASINPOST.CO.ID- Meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, belum nampak ke kualitas udara di Kabupaten Banjar. Soalnya setelah diuji kualitas udara hingga Juli 2026 masih berada pada kategori baik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Banjar, Sutiyono, mengatakan berdasarkan data yang kami miliki, kualitas udara di Kabupaten Banjar masih dalam kategori baik.
Data tersebut diperoleh dari pemantauan kualitas udara ambien tahap pertama yang dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 16 Maret 2026.
Pengukuran dilakukan di empat lokasi yang mewakili kawasan perkantoran, permukiman, transportasi, dan industri.
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Enam Penerbangan Harus Ditunda
Hasilnya, kadar sulfur dioksida (SO ) tercatat berkisar 4,55 hingga 6,48 mikrogram per meter kubik, sedangkan nitrogen dioksida (NO ) berada pada kisaran 5,17 sampai 8,74 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Kabupaten Banjar sepanjang awal Juli 2026 juga menunjukkan kualitas udara masih berada pada kategori baik.
Meski kondisi udara masih terkendali, Sutiyono mengingatkan ancaman penurunan kualitas udara tetap perlu diwaspadai seiring meningkatnya potensi karhutla pada puncak musim kemarau.
Wilayah lain yang terdampak yaitu Tanahlaut (Tala). Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala memastikan hingga kini belum terjadi lonjakan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan karhutla, seperti misalnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan kabut asap.
Kondisi tersebut cukup melegakan di tengah meningkatnya aktivitas pemadaman karhutla yang dilakukan petugas gabungan di sejumlah titik rawan selama musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan Tala dr Hj Isna Farida mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak asap apabila kebakaran semakin meluas.
“Sampai saat ini belum ada peningkatan keluhan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi kemarau maupun asap,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Meski demikian, seluruh puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), hingga fasilitas kesehatan lainnya telah diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan selama musim kemarau.
“Kami sudah sejak jauh hari meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan imbauan kepada masyarakat tentang cara menjaga kesehatan di musim kemarau, termasuk mengantisipasi dampak asap akibat kebakaran hutan maupun lahan,” katanya.
Baca juga: Titik Api Muncul di Beberapa Lokasi di Banjarbaru, Heli BNPB Dikerahkan Padamkan Karhutla
Selain menyiapkan surat edaran peningkatan kesiapsiagaan, Dinkes juga memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat apabila sewaktu-waktu kualitas udara memburuk.
Dari sisi logistik, Isna memastikan stok masker masih mencukupi.
“Stok masker insyaallah aman. Penyaluran dilakukan sesuai permintaan masing-masing fasilitas kesehatan dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.(lis/roy)