Gerakan SADAR OBAT, Mahasiswa KKN Prestasi Gel. 116 Unhas Edukasi Warga Antang terkait DAGUSIBU
Sakinah Sudin July 21, 2026 11:22 AM

Citizen Reporter, Rabiatul Adawiah
 
Mahasiswa KKN Prestasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Prestasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) usai melaksanakan program kerja individu bertajuk "SADAR OBAT (Gerakan Sadar Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar)" pada kegiatan Posyandu, Sabtu (18/7/2026).

Lokasinya di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penanggung Jawab Program Kerja Rabiatul Adawiah mengatakan, program kerja ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat yang benar melalui edukasi tentang prinsip Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar (DAGUSIBU).

Edukasi difokuskan pada cara memperoleh obat dari sarana kefarmasian resmi, penggunaan obat sesuai aturan pakai, penyimpanan obat yang tepat, serta pembuangan obat rusak atau kedaluwarsa secara aman.

Pelaksanaan edukasi dengan pendekatan one-to-one education, mahasiswa mendatangi peserta Posyandu satu per satu sambil membagikan pamflet edukasi SADAR OBAT.

Metode ini dipilih untuk menyesuaikan dengan alur pelayanan Posyandu sehingga penyampaian materi dapat berlangsung lebih efektif, interaktif, dan memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk berkonsultasi langsung mengenai penggunaan obat yang mereka gunakan sehari-hari.

"Pendekatan edukasi secara individual kami pilih agar informasi yang diberikan lebih mudah dipahami oleh masyarakat," kata Rabiatul Adawiah yang juga mahasiswa Program Studi Farmasi Unhas.

"Selain menyesuaikan dengan kondisi Posyandu, metode ini juga memungkinkan peserta berdiskusi secara langsung mengenai penggunaan obat yang mereka alami sehari-hari, sehingga edukasi menjadi lebih efektif," jelasnya.

Sebagai bentuk evaluasi, mahasiswa KKN melakukan tanyawab singkat setelah penyampaian materi. 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menjawab pertanyaan mengenai prinsip DAGUSIBU dengan baik, menandakan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan obat yang benar.

Kader Posyandu dan Ketua RW Kelurahan Antang turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Pasalnya, metode penyampaian secara langsung dinilai lebih mudah dipahami dan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berkonsultasi mengenai penggunaan obat sehari-hari.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menerapkan prinsip DAGUSIBU sehingga penggunaan obat menjadi lebih tepat, aman, rasional, serta mendukung terwujudnya keluarga yang lebih sehat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.