TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sekitar 114.528 jiwa di 6 kapanewon atau kecamatan di Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau ini.
Ratusan ribu warga yang berpotensi terdampak kekeringan tersebut berasal dari wilayah Gedangsari, Girisubo, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Paliyan, Panggang, Patuk, Ponjong, Purwosari, Rongkop, Saptosari, Semanu, Semin, Tanjungsari, Tepus,
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman kekeringan tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, mengatakan ancaman kesulitan air bersih tersebar di 60 kalurahan di 16 kapanewon.
Dari total 18 kapanewon di Gunungkidul, wilayah yang berpotensi tidak terdampak kekeringan hanya dua wilayah yakni Kota Wonosari dan Playen.
BPBD menurut Nanang sudah menyiapkan sejumlah sumber air untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah Gunungkidul ini.
"Untuk yang mengajukan droping diperkirakan 29.928 jiwa," kata Nanang saat dihubungi melalui telepon, Selasa (21/7/2026).
Upaya untuk mengatasi kesulitan air bersih ini juga dilakukan oleh PDAM Tirta Handayani.
Perusahaan daerah tersebut mencoba untuk memaksimalkan debit air di sejumlah sumur yang dimilikinya.
Di antaranya sumur Paliyan.
Untuk wilayah barat yang selama ini mengandalkan sumber dari Ngobaran dan Baron, nantinya akan dibackup sumber Paliyan.
"Paliyan sudah lancar, karena sumbernya dekat dengan warga," kata dia.
Sementara untuk wilayah timur, PDAM akan memaksimalkan sumber Seropan.
"Seropan tahap uji coba aliran lebih baik. Wilayah Hargosari sudah mengalir 24 jam, wilayah keruk diambil dari sumber Seropan," kata dia.
Baca juga: Dirut BRI: Pemberantasan Judi Online Butuh Sinergi Regulator dan Perbankan
Sulis mengatakan, pihaknya juga menyiapkan sumber suling untuk pelayanan di wilayah Songbanyu. Selain itu, sejumlah titik lainnya diupayakan maksimal.
Diakuinya kendala geografis cukup berat seperti di Purwosari dan Panggang tidak punya sumber sendiri masih mengandalkan Ngobaran dan Baron.
"Sebenarnya sudah sempat disiapkan di wilayah Pantai Bekah, namun airnya payau sehingga tidak bisa digunakan," kata dia.
"Kami mengupayakan agar sumber air dekat dengan pemukiman warga," imbuhnya.
Baca juga: TKP Ketandan Tutup Sementara untuk Perluasan, Lokasi Parkir Alternatif Sekitar Malioboro Dipetakan
Berikut daftar wilayah di Gunungkidul yang berpotensi terdampak kekeringan :