TRIBUNBENGKULU.COM - Suasana haru mewarnai konferensi pers film *Harusnya Horror* yang digelar pada Senin (20/7/2026).
Sutradara film tersebut, Reza Arap Oktovian, hadir dengan membawa buket bunga matahari sebagai simbol untuk mengenang mendiang Lula Lahfah.
Film *Harusnya Horror* menjadi salah satu karya terakhir Lula sebelum berpulang. Karena itu, Reza Arap sengaja menyiapkan tempat khusus sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang juga terlibat dalam proyek tersebut.
Buket bunga matahari yang diletakkan di samping Reza bukan sekadar dekorasi. Menurutnya, bunga tersebut menjadi simbol bahwa Lula akan selalu menjadi bagian dari perjalanan film *Harusnya Horror*.
“Menurutku sejatinya ada spot sendirilah. Ada spot sendiri di mana dia tuh selalu ada di sini,” ujar Reza Arap dalam konferensi pers film *Harusnya Horror*, Senin (20/7/2026).
Reza mengaku kepergian Lula menjadi tantangan terberat dalam menyelesaikan film tersebut. Sebagai sutradara dan direktur, ia harus tetap menjalankan tanggung jawabnya, termasuk meninjau ulang dan merevisi hasil produksi.
“Tantangan terbesar mungkin lebih ke after sepeninggalannya almarhumah sih karena kan itu aku harus tetap menjalankan project ini. Jadi yang pertama aku sebagai sutradara, direktur, aku harus memberikan waktu, memberikan revisi, yang berarti aku harus menonton filmnya dan itu berat banget,” ungkapnya.
Ia bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga akhirnya siap untuk kembali menyaksikan dan menyelesaikan proyek tersebut.
“Like aku butuh berapa bulan gitu untuk akhirnya aku memutuskan untuk oke karena ini tanggung jawabku, aku harus nonton dan ya itu hal yang paling beratnya sih,” lanjutnya.
Reza juga berharap semangat Lula tetap menyertai perjalanan film tersebut hingga tayang di bioskop. Ia bahkan memiliki keinginan agar setiap bioskop yang menayangkan *Harusnya Horror* menyediakan ruang khusus untuk mengenang Lula.
“Ini karya beliau juga. Dan gue berharap nanti cita-citanya juga nanti di setiap bioskop juga ada spot tersendiri juga untuk almarhumah,” katanya.
Keinginan tersebut muncul sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi Lula dalam film *Harusnya Horror*. Meski kini telah tiada, Reza Arap ingin para penonton tetap merasakan bahwa Lula menjadi bagian penting dari film tersebut.
Momen ketika Reza duduk di samping buket bunga matahari pun menjadi salah satu sorotan utama dalam konferensi pers film *Harusnya Horror*.