TRIBUNSTYLE.COM, SLEMAN - Bagi kamu yang sedang merencanakan liburan kelompok—baik itu acara keluarga besar, gathering perusahaan, maupun karya wisata sekolah—menemukan destinasi yang paket lengkap sering kali menantang. Di lereng barat Gunung Merapi, terdapat sebuah destinasi yang sukses memadukan petualangan alam terbuka dengan edukasi tradisi, yaitu Desa Wisata Pulesari.
Dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat setempat sejak tahun 2012, desa wisata ini menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota. Berada di kawasan sejuk yang dikelilingi oleh rimbunnya perkebunan salak pondoh dan aliran sungai yang jernih, tempat ini menyuguhkan atmosfer pedesaan yang masih sangat asri dan otentik.
Baca juga: Liburan Sekolah di Sleman Bisa Serasa ke Pantai, Warung Pesisir Sajikan Seafood di Atas Pasir Putih
Salah satu magnet utama di Desa Wisata Pulesari adalah variasi kegiatannya yang dirancang interaktif dan sangat cocok untuk membangun kerja sama tim (team building). Kategori aktivitas yang bisa dinikmati di antaranya:
Untuk mendukung kenyamanan rombongan dalam jumlah besar, pengelola telah menyiapkan infrastruktur yang sangat memadai di area desa:
Desa Wisata Pulesari berlokasi di Dusun Pulesari, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dengan waktu tempuh berkisar antara 45 hingga 60 menit. Jalur jalannya tergolong baik dan bisa diakses oleh motor, mobil pribadi, hingga bus pariwisata berukuran sedang.
Baca juga: Saat Dessert Jadi Tujuan Utama, 3 Cheesecake di Sleman, Yogyakarta Ini Layak Masuk Daftar Kunjungan
Desa Wisata Pulesari tidak menerapkan satu harga tiket masuk flat di gerbang depan. Biaya rekreasi sepenuhnya disesuaikan dengan jenis paket kegiatan yang ingin diambil oleh rombongan (misalnya hanya paket river trekking, paket edukasi budaya, paket outbound, atau paket menginap homestay).
Mengingat padatnya jadwal kunjungan kelompok pada musim liburan, wisatawan sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu jauh-jauh hari. Hal ini penting agar pihak pengelola desa dapat menyiapkan pemandu lokal, konsumsi kuliner tradisional, serta perlengkapan kegiatan demi kelancaran acaramu! (Travel.kompas.com/ Afif Khoirul Muttaqin/ TribunStyle.com/ Ana Vaidatu Zuhda)