Puluhan Pelajar SMPN 3 Wates Kulon Progo Alami Gejala Gangguan Pencernaan Diduga Akibat MBG
Yoseph Hary W July 21, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Puluhan pelajar dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Wates, Kulon Progo mengalami gejala gangguan pencernaan berupa diare dan mual. Gejala ini muncul diduga akibat makanan dari Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wirawati, salah satu orang tua pelajar mengungkapkan gangguan pencernaan dialami oleh putranya sejak Senin (20/07/2026). Persisnya setelah pulang sekolah.

"Kemarin pulang sekolah anak saya mengeluh kalau perutnya sakit," katanya ditemui di halaman SMPN 3 Wates, saat hendak menjemput anaknya.

Menurut Wirawati, anaknya mengalami diare yang membuatnya harus bolak-balik ke kamar mandi sejak pulang sekolah sampai malam hari. Ia pun sempat membelikan obat untuk anaknya itu.

Keluhan diare, izin tidak masuk sekolah

Gejala diare masih dirasakan sampai pagi hari, di mana anaknya sempat meminta Wirawati agar membuat surat izin sakit ke sekolah. Namun ia tetap menyuruh anaknya ke sekolah.

"Lalu tadi terima kabar dari teman sesama orang tua, bilang kalau ada pelajar SMPN 3 Wates yang keracunan," ujarnya.

Wirawati pun sengaja datang ke sekolah untuk menjemput anaknya. Adapun anaknya sempat dirujuk ke Puskesmas sejak pagi dan telah dipulangkan Selasa siang.

Salah satu guru SMPN 3 Wates menuturkan bahwa gejala diare dirasakan oleh sejumlah pelajar sejak pagi hari. Banyak di antara mereka yang terus-menerus ke kamar mandi.

"Akhirnya pelajar yang bergejala tadi dibawa ke Puskesmas Wates dengan ambulans," jelas guru yang enggan diungkapkan namanya itu.

Siswa pulang awal

Kejadian ini membuat para pelajar harus dipulangkan lebih awal. Biasanya, mereka pulang sekitar pukul 13.45 WIB namun hari ini mereka dipulangkan ke rumah masing-masing sekitar tengah hari tadi.

Awak media pun mencoba bertemu dengan Kepala SMPN 3 Wates untuk wawancara. Namun yang bersangkutan sedang tidak berada di lokasi lantaran sedang ada kegiatan di luar.

"Ibu Kepala tadi menyampaikan agar langsung ke Dinas Kesehatan (Dinkes) saja," kata guru tersebut.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.