​Padhang Bulan Fest 2026: Momentum 'Hari Raya' Pegiat Dakwah Jogja, Lepas Ego demi Ukhuwah
Hari Susmayanti July 21, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selayaknya hari raya yang dipenuhi rasa kebahagiaan, kebersamaan, dan kepasrahan menanggalkan ego, gelaran Padhang Bulan Festival 2026 hadir sebagai 'Hari Raya' bagi para pegiat dan lembaga dakwah di Yogyakarta.

​Bukan sekadar ajang kajian atau festival keagamaan tahunan, Padhang Bulan Fest yang resmi diluncurkan di Masjid Jogokariyan, Selasa (21/7/2026), dimaknai sebagai momentum merayakan perjumpaan dan persatuan umat.

​Penasihat Padhang Bulan Fest, Ustaz Salim A. Fillah membeberkan alasan mengapa helatan ini layak dan patut disebut sebagai hari rayanya para pejuang dakwah di Yogyakarta.

​"Bagi saya ini adalah satu hal yang sangat patut dirayakan. Makanya disebut sebagai hari raya. Karena di sini kita bisa melepaskan ego kita, melepaskan 'baju' organisasi kita, guyub rukun bareng-bareng tanpa mengusung identitas organisasi masing-masing," katanya.

​Ia pun menepis kebiasaan umum dalam acara keagamaan besar, di mana ego almamater kerap menonjol melalui pameran logo dan atribut lembaga pendukung.

​"Nyuwun sewu, di beberapa kota lain kalau ada tabligh akbar ulama besar, spanduk dan balihonya penuh dengan logo yang banyak sekali. Nah, yang unik di Yogyakarta ini adalah kesediaan semua teman-teman dari sekitar 18 lembaga yang terlibat untuk melebur menjadi satu. Tidak ada yang pasang logo sama sekali. Tidak ada yang menonjolkan diri," tambahnya.

Baca juga: Pertama Kali di Bantul, Kejari Serahkan Penetapan Perwalian Anak dari Orang Tua Disabilitas

​Tak berhenti pada momentum syiar di lapangan, esensi 'Hari Raya' semakin lengkap karena menjadi wadah saling menopang gerakan dakwah setahun ke depan. 

Seluruh hasil penggalangan dana dan infak dalam festival ini akan dibagi bersama untuk menyokong program-program dakwah dari 18 lembaga penyelenggara.

​"Ini memang hari raya kita semua. Di sini semua berlomba berkontribusi, tapi juga bisa sharing program ke depan. Infak dan hasil penggalangan dana akan kita bagi bersama untuk men-support program dakwah teman-teman lembaga setahun ke depan. Inilah yang menjadikan kebersamaan ini sebagai hari rayanya pegiat dakwah di Yogyakarta," paparnya.

​Ketua Umum Panitia Padhang Bulan Fest 2026, M. Akhid Subiyanto menegaskan, semangat tersebut diwujudkan melalui ruang kolaborasi terbuka yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pengurus masjid, hingga pelaku usaha.

​"Kami percaya dakwah yang besar lahir dari semangat kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Semoga Padhang Bulan menjadi rumah bersama tempat ukhuwah tumbuh semakin kuat," ucapnya.

​Mengambil inspirasi falsafah Jawa "Mumpung Padhang Rembulane" dari tembang Lir-Ilir, festival ukhuwah terbesar di DIY ini diproyeksikan bakal dihadiri lebih dari 30.000 peserta secara langsung serta menjangkau hingga 50 juta audiens digital.

​Sebagai rangkaian menuju puncak Padhang Bulan Fest 2026, panitia menggelar Safari Dakwah maraton pada 18–20 September 2026 di enam daerah sekaligus.

Yakni, Jumat 18 September 2026 di Masjid Ulil Albab UII dan Masjid Jogokariyan (Yogyakarta), Sabtu 19 September di Ponpes Merapi Merbabu (Magelang), Majelis Salima (Muntilan), dan Masjid Agung Madaniyah (Karanganyar), lalu Ahad 20 September di Hotel Grand Mercure (Solo) dan Guru Ngaji Berdaya (Klaten).

​Adapun puncak Padhang Bulan Fest 2026 bakal digelar selama dua hari penuh pada Sabtu–Ahad, 19–20 September 2026 di Jogja Expo Center (JEC), pukul 08.00–23.00 WIB.

Sejumlah ulama dan tokoh nasional dijadwalkan hadir meramaikan perayaan ini, antara lain Ustaz Abdul Somad, Ustaz Salim A. Fillah, Ustaz Luqmanulhakim, Anies Rasyid Baswedan, Gus Kautsar, Ustaz Rifky Ja'far Tholib, Ustaz Handy Bonny, Ustaz Muhammad Faizar, Sabrang Noe dan LETTO, hingga komika Mukmin (Juara SUCI 12).

Puncak festival di JEC juga akan dimeriahkan pameran edukatif, tenant produk halal, bazar UMKM, panggung komunitas, hingga aksi sosial kemanusiaan. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.