Pemulung Masih Bebas Keluar Masuk Area SCMPP Putri Cempo Solo, Tim Ahli Khawatir Kecelakaan Terulang
Putradi Pamungkas July 21, 2026 09:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo Solo Jawa Tengah, Prof. Prabang Setyono, menilai akses keluar masuk yang masih terbuka bagi pemulung di kawasan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) menyimpan risiko besar terhadap keselamatan kerja.

Sorotan itu muncul setelah dua kecelakaan kerja di perusahaan tersebut menewaskan dua pekerja.

Menurut Prof. Prabang, pengelola perlu segera memperketat pengawasan terhadap setiap orang yang berada di area operasional.

Selama ini, kata dia, sejumlah pemulung masih leluasa memasuki kawasan pengolahan sampah.

Kondisi tersebut menunjukkan penerapan standar keselamatan belum berjalan secara optimal.

Area Abu-Abu Dinilai Tingkatkan Risiko

Prof. Prabang mengatakan pengelolaan sampah masih berada pada posisi yang belum sepenuhnya menerapkan standar industri.

Akibatnya, pelaksanaan aturan keselamatan masih menyisakan ruang yang berpotensi memicu kecelakaan.

“Kalau masih dunia usaha otomatis masih ada area abu-abu. Area abu abu itu kan akan ini. Antara ya atau tidak itu masih abu abu sehingga di situlah potensi terjadinya kecelakaan kerjanya masih memungkinkan akan terulang di sana ya,” ungkapnya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, selama kondisi tersebut belum berubah, peluang terulangnya kecelakaan kerja masih terbuka.

SENYAP - Suasana di sekitar sebuah mesin penggiling di TPA Putri Cempo Solo, Senin (2/3/2026) lalu. Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo, Prof. Prabang Setyono, menyoroti penerapan standar operasional prosedur (SOP) di PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) setelah dua kecelakaan kerja merenggut nyawa pekerja.
SENYAP - Suasana di sekitar sebuah mesin penggiling di TPA Putri Cempo Solo, Senin (2/3/2026) lalu. Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo, Prof. Prabang Setyono, menyoroti penerapan standar operasional prosedur (SOP) di PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) setelah dua kecelakaan kerja merenggut nyawa pekerja. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Pengawasan Kawasan Harus Diperketat

Prof. Prabang menilai kawasan pengolahan sampah membutuhkan pengaturan akses yang lebih disiplin.

Ia menekankan setiap orang yang memasuki area operasional harus mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.

Sebelumnya, ia juga menyoroti lemahnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Kecelakaan kerja ya itu memang kepatuhan kepada SOP sangat longgar,” ungkapnya.

Baca juga: Kecelakaan Kerja Putri Cempo Solo Renggut Dua Nyawa, Tim Ahli Soroti SOP Terlalu Longgar

Semua Orang Wajib Mengikuti Aturan Keselamatan

Prof. Prabang menyarankan pengelola menerapkan aturan tanpa pengecualian, baik kepada pekerja, pemulung, maupun tamu yang memasuki area operasional.

Menurutnya, penerapan prosedur yang konsisten akan membantu mengurangi potensi kecelakaan kerja di masa mendatang.

“Bahkan tamu pun harus mengikuti prosedur harus pakai jaket harus pakai sepatu. Sebenarnya sampah ini kan merupakan hal baru ya dalam dunia industri, tapi ketika SOP nya tidak mengikuti industrial yang harus taat kepada SOP harus dengan apa dengan menggunakan APD dan harusnya ya potensi itu dari kecelakaan kerja masih ada. Sehingga tetapkan saja skala industrial sehingga radius sekian ring sekian ini harus APD lengkap gitu saja dan seterusnya harus seperti itu,” jelasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.