TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk meningkatkan pemantauan sekaligus mengumumkan kondisi kualitas udara secara berkala kepada publik.
Langkah ini dinilai krusial menyusul maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memicu kemunculan kabut asap di sejumlah wilayah.
Menurut Satarudin, transparansi data pemantauan sangat penting agar masyarakat memiliki acuan yang jelas untuk mengambil langkah antisipasi serta menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Satarudin menegaskan bahwa Pemkot Pontianak harus bersikap responsif terhadap fluktuasi indeks standar pencemar udara (ISPU).
Jika indikator menunjukkan kualitas udara masih aman, masyarakat berhak mengetahuinya.
Sebaliknya, jika parameter kualitas udara memburuk hingga level berbahaya, tindakan tegas harus segera diambil.
Baca juga: DLH Ungkap Kualitas Udara Pontianak Sepekan Terakhir Masih Kategori Sedang
Salah satu langkah protektif yang ia soroti adalah kebijakan meliburkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi asap.
"Kita lihat kualitas udara sudah mulai terdampak karena terjadi beberapa kebakaran lahan. Kalau memang kualitasnya masih baik, ya sampaikan kepada masyarakat. Tapi kalau memang kualitasnya sudah buruk, saya minta Pemerintah Kota Pontianak mengambil langkah yang tepat, supaya anak sekolah bisa diliburkan," ujar Satarudin saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di Kantor DPRD Kota Pontianak, Selasa (21/7/2026).
Lebih lanjut, Satarudin menilai curah hujan yang sempat mengguyur wilayah Kota Pontianak belakangan ini belum cukup efektif untuk mengikis pekatnya kabut asap.
Hal ini disebabkan masih maraknya titik panas (hotspot) akibat kebakaran lahan yang belum sepenuhnya padam.
Guna memastikan kondisi riil di lapangan, legislator daerah tersebut mengonfirmasi bahwa pihak legislatif akan segera melakukan koordinasi mendalam bersama instansi teknis terkait.
"Kemarin sempat ada hujan, tapi tidak mengurangi kabut asap karena masih ada kebakaran lahan. Nanti saya akan berdiskusi dengan dinas terkait, sudah sampai sejauh mana kualitas udara yang ada di Kota Pontianak ini," katanya.
Sebagai langkah preventif jangka pendek, Satarudin mengimbau seluruh warga Kota Pontianak agar kembali meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker sangat disarankan guna menekan risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Saya menghimbau kepada masyarakat Kota Pontianak, kalau memang kualitas udara kurang baik, gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kita menjaga jangan sampai warga Kota Pontianak terkena ISPA. Mudah-mudahan dalam satu hingga dua hari ini turun hujan sehingga kabut asap dan kebakaran lahan bisa segera padam, dan udara Kota Pontianak kembali segar," tutupnya. (*)