TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim URC Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang peserta konvoi Piala Dunia di kawasan Jembatan Soekarno, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado.
Ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial FS (23), JM (27), dan FP (24).
Penindakan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti Laporan Polisi Nomor: LP/B/1524/VII/2026/SPKT/Polresta Manado/Polda Sulawesi Utara yang dibuat pada 20 Juli 2026.
Korban dalam peristiwa tersebut diketahui berinisial EET (25), warga Kelurahan Tikala, Kota Manado.
Kepala Tim Resmob Polda Sulut, Ipda Hendrikson Rivo Wowiling, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban mengikuti rombongan konvoi Piala Dunia dengan mengendarai sepeda motor di Jalan Pierre Tendean menuju kawasan Jembatan Soekarno pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.
“Diduga, salah seorang pelaku menegur korban dengan kata-kata bernada provokatif. Tidak lama kemudian, dua pria lainnya datang dan bersama-sama melakukan pemukulan serta tendangan terhadap korban," kata Ipda Hendrikson Rivo Wowiling, saat dikonfirmasi Tribun Manado via telepon, Selasa (21/7/2026).
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka di bagian belakang kepala, memar di punggung, serta merasakan sakit pada bagian hidung.
Setelah kejadian, korban melaporkan peristiwa itu ke Polresta Manado.
Berbekal laporan tersebut, Tim URC Ditreskrimum Polda Sulut melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan mengamankan ketiga pria yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan.
“Setelah diamankan, ketiga terduga pelaku menjalani interogasi awal sebelum diserahkan kepada penyidik Polresta Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ungkapnya.
Selain mengamankan para terduga pelaku, penyidik juga mengumpulkan barang bukti, termasuk hasil visum korban, sebagai bagian dari proses penyidikan.
Ipda Hendrikson turut mengimbau masyarakat agar menjaga ketertiban saat mengikuti konvoi maupun kegiatan lainnya.
Ia mengingatkan agar setiap persoalan diselesaikan dengan cara yang baik tanpa menggunakan kekerasan.
“Masyarakat juga diingatkan untuk menyelesaikan setiap persoalan secara baik dan tidak menggunakan kekerasan,” pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Fer)