Tribunlampung.co.id, Jakarta - Lebih dari sepekan setelah atlet golf nasional Jesslyn Wijaya dilaporkan menghilang secara misterius di Jakarta Pusat, pihak kepolisian menegaskan belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut murni tindak pidana penculikan atau bukan.
Baca juga: Atlet Golf Jesslyn Wijaya Teriak Minta Tolong Saat Diculik 2 Pria Bertubuh Besar
Di tengah simpang siur informasi di masyarakat, laporan polisi (LP) terkait dugaan penculikan itu kini justru resmi dicabut oleh pihak pelapor.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, mengonfirmasi bahwa permohonan pencabutan laporan diajukan oleh pelapor berinisial NAH (37) pada Minggu (19/7/2026).
Alasan pencabutan lantaran pelapor menyadari posisinya yang bukan anggota keluarga kandung serta tidak melihat secara langsung detik-detik dugaan penjemputan paksa tersebut.
Meski demikian, pencabutan laporan dipastikan tidak menghentikan proses penyelidikan kepolisian.
"Kami masih melanjutkan penyelidikan untuk memeriksa fakta-fakta kejadian, sebab sejauh ini kami belum menemukan bagaimana peristiwa ini terjadi sebenarnya. Penyelidikan berlanjut sampai kami yakin ada atau tidaknya perbuatan pidana," tegas AKBP Roby Hery Saputra, Selasa (21/7/2026).
Kasus yang menyedot perhatian publik ini bermula saat Jesslyn mendadak hilang usai menghadiri acara ulang tahun neneknya di satu restoran kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026).
Muncul dugaan bahwa sang atlet dibawamobil oleh sejumlah orang tak dikenal saat acara berlangsung.
Dalam upaya pelacakan awal, tim penyidik sempat mendeteksi sinyal dan jejak pergerakan ponsel milik Jesslyn yang terpantau berpindah lokasi dari kawasan Jakarta Utara hingga terdeteksi berada di Malaysia.
Kuasa hukum pelapor, Andi Darti, membenarkan pencabutan laporan kliennya sembari mengungkapkan bahwa pihak keluarga dan rekan-rekannya masih diselimuti kecemasan.
"Sampai saat ini belum ada kabar pasti mengenai keberadaan maupun kondisi Jesslyn," ungkap Andi.
"Pencabutan laporan tidak serta-merta menutup kasus. Kepolisian tetap memegang kewenangan penuh mendalami bukti-bukti guna memastikan keselamatan korban serta mengungkap motif di balik hilangnya Jesslyn," tutup Roby.