Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Komandan Brigif 4 Marinir BS, Kolonel Marinir, Kanang Budi Raharjo, bersiap sambut kedatangan kapal induk dari Italia.
Baca Juga: Danbrigif 4 Marinir Ajak Insan Pers Bersinergi Kawal Pembangunan dan Kontrol Sosial
Danbrigif Kanang menjelaskan bahwa lokasi dari dermaga tersebut berada di depan Pusat Latihan Pertempuran (PLP) dan Batalyon Infanteri 7 Marinir, Dermaga Caligi, Pesawaran.
"Dermaga yang disiapkan telah memiliki panjang sekitar 600 meter dan lebar 20 meter," kata Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, saat diwawancarai di Mako Brigif 4 Marinir BS di Pesawaran, Selasa (21/7/2026).
Ia mengatakan, dermaga untuk kapal induk dari Italia telah dipersiapkan oleh TNI AL di perairan Provinsi Lampung.
"Diharapkan pada September mendatang bahwa pangkalan tersebut sudah siap sepenuhnya untuk menyambut kedatangan kapal induk tersebut dari Italia," ujarnya.
Ia mengatakan, dipilih Lampung sebagai dermaga kapal induk dari Italia karena perairan memenuhi syarat untuk kapal induk.
TNI AL menempatkan kapal dari Italia di perairan Kabupaten Pesawaran, Lampung, tersebut akan menjadi sejarah baru bagi pertahanan militer Indonesia.
Untuk fasilitas sedang dikebut hingga dilebarkan untuk memenuhi standar pangkalan kapal induk, termasuk listrik dan air.
"Tidak hanya kapal induk, dermaga ini juga dirancang untuk menampung armada pendukung lainnya dan kapal induk itu tidak bisa berdiri sendiri," kata Kanang.
Akan tetapi merupakan satu satuan gugus tugas dan nanti ada kapal eskorta, satuan kapal penyapu ranjau, hingga kapal cepat yang akan bersandar di Lampung.
"Selain itu akan ada sekitar 100 tenaga kerja atau pengawak asing yang ikut mendampingi di Lampung dalam rangka proses Transfer of Technology (ToT)," paparnya.
Terkait kekhawatiran bersinggungannya aktivitas militer dengan jalur pariwisata, mengingat Teluk Ratai berada di lintasan penyeberangan wisata seperti Pulau Pahawang.
Pihaknya menegaskan bahwa kawasan Ketapang hingga Teluk Ratai merupakan kawasan pertahanan strategis.
Ia mengatakan, secara operasional, dermaga ini nantinya akan berada di bawah komando Armada 1.
Kemudian pengawasan dan pengendalian penuh berada di bawah naungan TNI Angkatan Laut.
"Pengadaan kapal induk pertama ini dibeli dari Italia di zamannya Pak Prabowo saat menjadi Menteri Pertahanan. Alhamdulillah Lampung ditunjuk menjadi pangkalannya," kata Kolonel Marinir Kanang.
Ia menjelaskan bahwa ada 100 orang asing pengawak yang hadir untuk melaksanakan alih teknologi dan pembelajaran Kodal (Komando dan Pengendalian) di Lampung.
Danbrigif Kanang juga meluruskan isu terkait pelebaran jalan utama menuju kawasan markas Marinir di Pesawaran.
Ia menegaskan bahwa proyek pelebaran jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) dan bukan semata-mata atensi internal Marinir.
Dirinya membeberkan ada tiga pertimbangan strategis utama di balik pelebaran akses jalan tersebut.
Pertama pada sektor pertahanan strategis yakni kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi pangkalan armada terpadu.
"Selain dermaga kapal induk, ke depan akan dibangun dermaga kapal selam serta landasan pacu pesawat tempur di kawasan Teluk Ratai," kata Kanang.
Kemudian kebutuhan akses cepat dengan pengembangan kawasan pertahanan strategis terpadu membutuhkan mobilitas tinggi dan kecepatan akses transportasi.
Kanang menjelaskan bahwa dengan dukungan kawasan pariwisata, maka wilayah pesisir Pesawaran merupakan destinasi wisata unggulan.
Proyek pelebaran jalan ini mendapat dukungan anggaran (backup) langsung dari Pemerintah Pusat guna mendorong percepatan roda ekonomi dan pariwisata daerah.
Dengan hadirnya pangkalan kapal induk dan ratusan personel militer di Lampung dinilai menjadi angin segar bagi perekonomian lokal.
Kolonel Kanang mengajak masyarakat untuk melihat potensi besar di balik proyek nasional ini.
"Satu kapal induk itu dihuni ratusan hingga ribuan personel. Mereka butuh makan, tempat tinggal, hingga hiburan. Ini peluang ekonomi yang sangat besar yang bisa diambil oleh daerah dan masyarakat lokal," kata Kanang.
Saat ditanya pembangunan dermaga untuk kapal induk dan menjadikan markas wilayah TNI wilayah barat, Kanang mengatakan, secara operasional dermaga ini di bawahnya Armada 1.
"Tapi pengendalian seluruhnya tentunya di bawah TNI Angkatan Laut," tukasnya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)